Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Gigi Remaja Sering ‘Bergetar’ Saat Tidur, Ini Dia Penyebabnya

Gigi Remaja Sering ‘Bergetar’ Saat Tidur, Ini Dia Penyebabnya

Gigi remaja yang sering bergemeretak saat tidur bisa jadi penanda ada masalah dengan psikisnya. (Foto: ilustrasi/thinkstock)

Sketsanews.com, Jakarta — Teeth-grinding atau menggemeretakkan gigi merupakan kebiasaan yang tidak disadari oleh kebanyakan orang, bahkan cenderung disepelekan. Tetapi jika Anda melihat anggota keluarga mengalaminya, ketahuilah bahwa ini bisa menandakan sesuatu.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Brazil, kebiasaan menggemeretakkan gigi pada remaja bisa jadi pertanda bahwa yang bersangkutan mengalami bullying atau pundung di sekolah.

Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 300 remaja berusia 13-15 tahun. Hasilnya, mereka yang mengalami pundung secara verbal berisiko empat kali lebih besar untuk menggemeretakkan giginya di malam hari dibanding remaja lain yang tidak mengalaminya.

“Kami tahu bahwa dampak kebiasaan ini seringkali tidak disadari orang, padahal ini bisa jadi jendela penting dari kondisi pikiran seorang anak atau remaja,” tutur Dr Nigel Carter dari Oral Health Foundation Inggris, menanggapi temuan ini.

Carter menambahkan, tidak menutup kemungkinan ini juga kerap terjadi pada orang dewasa yang mengalami stres atau gelisah akan suatu hal.

Secara umum, kebiasaan menggemeretakkan gigi yang tidak tertangani juga dapat memicu gangguan lain seperti gigi sensitif, gigi keropos atau retak, gigi tanggal, serta nyeri pada rahang bahkan wajah.

“Karena pada dasarnya ketika gigi digemeretakkan kekuatannya 40 kali melebihi ketika gigi mengunyah. Saya lihat sendiri ada pasien yang giginya keropos sampai ke gusi karena kebiasaan ini,” tambah Carter seperti dilaporkan BBC.

Kondisi ini juga bisa disertai sakit kepala saat bangun tidur hingga gangguan tidur.

Untungnya, kebiasaan ini dapat dihentikan dengan mudah oleh dokter gigi, yaitu dengan memasang semacam plastik yang membuat ‘pertemuan’ gigi atas dan gigi bawah menjadi terasa nyaman saat tidur, termasuk saat mengunyah.

Namun Carter mengingatkan, perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok, mengurangi minum alkohol, dan mengelola stres dikatakan dapat membantu meredakan kondisi ini.

(Ad)