Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines, News Nasib Petani di Temanggung ini Menanam Tembakau Rugi, Beralih Cabai juga Rugi

Nasib Petani di Temanggung ini Menanam Tembakau Rugi, Beralih Cabai juga Rugi

Ilustrasi.. ©2016 Merdeka.com

Sketsanews.com, Temanggung – Petani Dusun Canggal Tengah Desa Canggal Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung memilih untuk tidak menanam tembakau pada musim ini. Mereka mengaku tidak memiliki suntikan dana serta faktor cuaca yang masih cukup ekstrem.

“Selain tidak ada modal, petani di sini masih trauma karena harga tembakau kering rajangan musim panen tahun lalu hancur lebur. Saat cuaca bagus harganya bisa mencapai Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per kilo, tetapi tahun lalu hanya laku Rp 1.500 per kilonya karena memang kualitasnya jelek. Padahal, kami harus mengeluarkan biaya transportasi untuk penjemuran ke kecamatan lain,” urai Tumari (37), salah seorang petani setempat, Minggu (16/7).

Sebagai gantinya, mereka lebih memilih tanaman cabai keriting untuk mengisi lahan yang kosong. Setali tiga uang, derita petani ternyata tak kunjung membaik seiring harga cabai yang juga jatuh di pasaran.

Tumari mengaku, saat ini harga jual cabai merah keriting hanya Rp 8.000 per kilo sedangkan untuk yang berwarna hijau dibanderol antara Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilo.

“Kami memulai menanam cabai sejak tiga bulan lalu dan hasilnya dijual kepada tengkulak yang datang,” imbuhnya, seperti dikutip dari Merdeka.

Dengan asumsi hasil panen secara keseluruhan sebanyak 1 ton untuk setiap seperempat hektare (ha) atau 4 ton per ha lahan tanam, biaya yang mereka keluarkan selama proses perawatan bisa dibilang cukup besar.

Antara lain untuk membeli obat maupun plastik rol sebagai alas lahan tanam yang rata-rata mencapai Rp 20 juta per ha. Oleh sebab itulah, ia menyebut bahwa harga jual ideal agar petani dapat merasakan keuntungan lumayan adalah Rp 20.000 per kilo.

“Dengan harga jual sekarang yang sedang jatuh, jelas kami merugi,” pungkasnya.

(Wis)