Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, Hukum, News Alun-alun Kudus Diguncang Bom Bunuh Diri

Alun-alun Kudus Diguncang Bom Bunuh Diri

Sejumlah terduga teroris melakukan aksi bom bunuh diri, namun aksi terorisme yang akan mengacaukan Kabupaten Kudus berhasil digagalkan anggota polisi. FOTO: BURHANUDIN FIRDAUS/JATENGPOS

Sketsanews.com, Kudus – Sejumlah terduga teroris melakukan aksi bom bunuh diri di tengah-tengah keramaian kawasan Alun-alun Kota Kudus, Minggu (16/7) kemarin siang. Namun aksi terorisme yang akan mengacaukan Kabupaten Kudus, berhasil digagalkan oleh anggota polisi.

Namun aksi tersebut diketahui seorang anggota polisi, sehingga aksi bom bunuh diri berhasil digagalkan. Kemudian polisi langsung sigap membekuk para pelaku terorisme, dengan mengamankan sejumlah barang bukti.

Kejadian tersebut hanyalah kegiatan simulasi kesigapan jajaran Polres Kudus dalam menangani aksi terorisme dalam acara Police Day, Minggu (16/7) di Alun-alun Simpang 7 Kudus. Simulaisi dilakukan sebagai rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke 71.

Tentu saja atraksi tersebut cukup mendapat perhatian masyarakat Kota Kretek, yang pagi itu sedang memanfaatkan meramaikan kegiatan Car Free Day (CFD).

Tidak cukup hanya itu, kegiatan itu juga dimeriahkan sejumlah atraksi dari Tim Safety Reading, tim PBB di bawah binaan Satlantas Polres Kudus, peragaan Tari Maumere oleh ibu-ibu Bhayangkari dan penampilan baris berbaris dari Saka Bhyangkara Polres Kudus.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning dalam kesempatan itu menghimbau, agar masyarakat Kota Kudus segera menginformasikan kepada polisi jika ada orang dengan gerak gerik yang mencurigakan.

Jika menghadapi kondisi seperti itu, kata Agusman, masyarakat diminta tidak boleh panik. Namun harus sadar dan mengetahui apa yang harus dilakukan.

“Saya minta segera melaporkan kepada polisi terdekat. Masyarakat juga diminta menjauhi tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari tempat yang aman, jangan sampai ada korban,” terang Agusman, seperti dikutip dari Jatengpos.

Bahkan jika warga melihat benda atau kotak yang mencurigakan, lanjut Agusman, diminta jangan membuka kotak tersebut. Segera saja warga yang melihat untuk melaporkan kepada polisi terdekat.

“Standar Operasional Prosedur (SOP)- nya pun sama, jauhi TKP dan segera melaporkan kepada polisi terdekat. Ini (simulasi) korbannya kan polisi, jadi jangan sampai pada saat kejadian warga yang jadi korban ,” tambahnya.

(Wis)