Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines, News Hama Wereng Batang Coklat Di Cipunagara, Subang Terkendali

Hama Wereng Batang Coklat Di Cipunagara, Subang Terkendali

Ilustrasi sawah di Subang (foto: Rmol)

Sketsanews.com, Subang – Hama Wereng Batang Coklat (WBC) menyerang lahan padi sawah warga di Subang, Jawa Barat. Demikian dikatakan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Syakir dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (18/7).

“Terjadinya serangan hama WBC di Kabupaten Subang terus dilakukan pengendalian dengan prinsip stop spot,” ujarnya.

Syakir menjelaskan, Kabupaten Subang merupakan sentra produksi padi di Jawa Barat. Kabupaten ini mempunyai luas baku sawah sebesar 84. 570 ha, yang tersebar di 30 kecamatan. Areal sawah terluas berada di Kecamatan Ciasem, Patokbeusi, dan Blanakan. Sedangkan Cipunagara luas baku sawahnya hanya 4.989 ha (BPS, 2016).

Untuk seluruh Kabupaten Subang luas pertanaman padi sawah pada periode April-Juni 2017 mencapai 49.404 ha. Dari seluruh luas pertanaman tersebut, serangan WBC yang terjadi di Kecamatan Cipunegara, seluas 585 ha.

“Tingkat serangan WBC di Kecamatan Cipunegara dari total luas tanam 6.537 ha pada perioda pertanaman April – Juni 2017, berturut turut, serangan ringan 4,3 persen, sedang 2,3 persen, berat 1,3 persen dan puso 0,9 persen,” ungkapnya.

Berdasarkan observasi lapang yang dilakukan Balai Besar Padi berta Dinas Pertanian dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jabar, kondisi serangan WBC yang terjadi di beberapa desa di Kecamatan Cipunagara tidak terjadi serangan yang serupa untuk Kecamatan lain di Subang.

Sebagai contoh, Di Kecamatan Compreng, pertanaman padinya masih cukup bagus. Begitu juga di Kecamatan lain di luar Kecamatan Cipunegara. Dengan demikian tidak dapat digeneralisir terjadi diseluruh Kabupaten Subang, terlebih lagi akan mempengaruhi produksi beras nasional.

Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian dan BPTP untuk mencegah meluasnya serangan adalah Gerakkan Pengendalian WBC di beberapa tempat dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada setiap hari dengan giliran antar kecamatan se-Kabupaten Subang.

Sementara langkah kedua yang dilakukan adalah pendataan serangan wereng di beberapa wilayah yang dimungkinkan terjadinya penambahan. Ketiga penyebarluasan leaflet SOP “pengendalian WBC” baik kepada petugas maupun petani.

Terakhir, melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada petugas dan gapoktan tentang pengendalian WBC di sentra produksi yaitu di Kabupaten Karawang sejak Kamis (13/7) lalu dengan peserta masing masing 100 orang.
(Im/Rmol)