Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Genjot Bisnis di Luar Kepelabuhan, Pelindo III Optimis Proyeksi 2017 Capai Rp2 Triliun

Genjot Bisnis di Luar Kepelabuhan, Pelindo III Optimis Proyeksi 2017 Capai Rp2 Triliun

Suasana bongkar muat peti kemas di dermaga pelabuhan Tanjung Priok. Foto ini diambil dari atas udara. Jakarta, 3 Agustus 2015. Dimas Ardian/Getty Images

Sketsanews.com, Suarabaya – Upaya menggenjot pendapatan perusahaan diluar target yang ditentukan, PT Pelabuhan Indonesia III saat ini terus mendorong bisnis diluar jasa kepelabuhanan.

Pelindo III mencatat adanya peningkatan aktivitas bongkar muat barang sepanjang semester I-2017. Jika dibandingkan tahun sebelumnya arus peti kemas, arus barang dan kunjungan kapal juga mengalami kenaikan. Adapun trafik arus peti kemas meningkat 3% dari tahun 2016 lalu.

Selama semester I-2017 perseroan peti kemas yang dilayani mencapai 2.376.592 TEUs. Padahal tahun sebelumnya hanya mencapai 2.303.566 TEUs.

“Oleh karena itu, kami menggenjot pendapatan dari luar kepelabuhanan, karena tiga layanan utama jasa kepelabuhanan mencakup terminal penumpang, jasa tunda dan pandu untuk kapal dan bongkar muat barang kini terbatas,” kata Dirut PT Pelindo III Ari Ashkara dalam keterangan persnya di Surabaya, Sabtu (15/7/17).

Ashkara menyampaikan, proyeksi sampai akhir 2017 sesuai target adalah mencapai Rp1,65 triliun, namun secara internal diharapkan mampu mencapai Rp2 triliun.

Meski begitu, Ashkara menilai pihaknya tidak hanya mengandalkan tiga layanan utama, namun dengan berbagai bidang di luar jasa kepelabuhanan seperti penawaran kerja sama operasional kapal tunda.

Selain itu, pihaknya juga akan menerjuni bisnis di bidang energi, seperti bekerja sama dengan Pertamina dan PLN. Dengan langkahnya itu, Ashkara mengaku sangat optimistis serta mampu meningkatkan proyeksi.

Komposisi pendapatan Pelindo III dari luar pelabuhan yang semula hanya 30 persen diharapkan akan naik hingga 40 persen, dengan ancang-ancang memperluas bisnis ke sektor logistik alat berat yang terintegrasi.

Sementara itu, pendapatan dari kepelabuhanan mayoritas dari bongkar muat barang porsinya sekitar 70 persen, dari kapal sekitar 27 persen dan penumpang sekitar 3 persen.

Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat menambahkan, Pelindo III juga melakukan pengembangan untuk beberapa pelabuhannya yang diperuntukkan untuk wisata marina di antaranya Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, Lombok Barat Provinsi NTB, Benoa Provinsi Bali, dan Labuan Bajo Provinsi NTT.

Pembangunan fisik fasilitas pelabuhan marina menurut Faruq akan dilakukan secara bertahap. Saat ini baru satu pelabuhan marina yang beroperasi yakni di Pelabuhan Marina Benoa Bali. Sementra dua lokasi lainnya saat ini tengah dalam tahap konstruksi yakni Pelabuhan Marina Boom di Banyuwangi dan Pelabuhan Marina Gilimas di Lombok Barat.

“Pelabuhan Marina Boom-Banyuwangi saat ini konstruksi sudah mencapai sekitar 85 persen. Kami targetkan pada awal 2018 mendatang sudah beroperasi secara penuh,” ungkapnya, seperti dikutip dari laman Bidikdata.

(Fya)