Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hukum, News Warga Kudus Bikin SIM Justru Diberi Secarik Kertas, Ternyata Materialnya Habis

Warga Kudus Bikin SIM Justru Diberi Secarik Kertas, Ternyata Materialnya Habis

Jamal Yazid (63), warga Krandon, Kudus saat menunjukkan selembar kertas pengganti SIM sementara di Kantor Pelayanan SIM Satlantas Polres Kudus, Senin (17/7/2017). (TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI)

Sketsanews.com, Kudus – Warga Kudus yang hendak memohon surat ijin mengemudi (SIM) atau perpanjangan SIM rupanya tidak bisa langsung jadi karena material SIM habis.

Namun, tak lantas gigit jari karena Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Kudus telah menggantinya dengan SIM sementara berupa secarik kertas.

Jamal Yazid (63) warga krandon, Kudus, mengatakan dirinya tidak memersoalkan meterial SIM yang habis/ lantaran dirinya telah mendapatkan surat sakti yang dikeluarkan oleh Satlantas Polres Kudus sebagai pengganti SIM.

“Meski surat tersebut bersifat sementara, setidaknya sudah aman. Kalau ada razia tinggal dilihatkan saja (kertasnya) sebagai bukti kalau sudah mengurus SIM,” katanya kepada Tribun Jateng, Senin (17/7/2017).

Ia mengatakan, habisnya material SIM memang sedikit menjadi persoalan. Karena SIM yang kini diterimanya berupa lembaran, dan tidak bisa praktis seperti halnya SIM pada umumnya.

“Tapi tidak apa-apa. Yang penting sudah dapat legalitas,” jelasnya.

Sementara, AKP Eko Rubiyanto Kasatlantas Polres Kudus menuturkan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memeberikan kepastian kapan material SIM yang dikirimkan dari Korlantas tiba.

“Nanti kalau materialnya sudah jadi. Kami akan langsung cetak berdasarkan nomor urut,” katanya.

Dirinya juga berjanji akan segera menginformasikan kepada masyarakat Kudus jika material SIM telah tida dan telah dicetak.

“Kami akan umumkan lewat media sosial, media cetak, online, maupun lainnya,” kata dia.

Menurutnya, stok material SIM di Polres Kudus habis sejak selasa pekan lalu. Meski begitu, pihaknya tidak menutup pelayanan bagi pemohon maupun yang hendak melakukan perpanjangan.

Pihaknya juga memasang banner permohonan maaf di depan kantor pelayanan SIM lantaran material habis.

Dia menjelaskan, dalam sehari, warga yang datang untuk memohon dan melakukan perpanjangan bisa mencapai sekitar 100 orang.

“Paling kalau ramai maksimal mencapi 150 oranga yang memohon dan perpanjangan. Ini sudah agak turun, kalau setelah lebaran perhari rata-rata bisa mencapai 300 orang yang mengurus dan perpanjangan,” pungkasnya.

(Wis)