Sketsa News
Home Berita Terkini, Opini “Pemberontakan Media,” Nyaris Tak Terdengar Sejak 1998

“Pemberontakan Media,” Nyaris Tak Terdengar Sejak 1998

Sketsanews.com –  Pemberontakan media. Istilah yang sempat populer tahun 1998 itu kini nyaris tak pernah terdengar lagi. Justru kecenderungannya media (terutama media mainstrem) sekarang ini sedang mengalami degradasi jati-diri, yakni kembali menjadi bagian dari “ideological state apparatus” (meminjam istilah Althusser), persis seperti yang terjadi pada era rezim otoriter orba.

Degradasi jati-diri pers yang terjadi hari ini bahkan boleh jadi lebih memprihatinkan. Sebab sekarang ini adalah era reformasi dan demokratisasi, dan mestinya kondisi memungkinkan pers bisa lebih leluasa untuk berekspresi mengejawantahkan eksistensinya. Berbeda seperti di zaman orba yang mana rezim penguasa memang begitu represif dan anti kebebasan, sehingga pers tak bisa berbuat banyak dan sering dibungkam.

Jika demikian, tentu layak untuk dipertanyakan, apa sesungguhnya yang menjadi penyebab media sekarang lebih memilih “melacurkan diri” kepada penguasa, ketimbang menjaga kesejatian perannya sebagai “watchdog” dan pilar ke empat kehidupan demokrasi di republik ini ?

by Maestro Sihaloho

 

(in)

%d blogger menyukai ini: