Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Olahraga Allegri: Juventus kalah spesial dari Real Madrid

Allegri: Juventus kalah spesial dari Real Madrid

Massimiliano Allegri (c) JFC

Sketsanews.com,  Madrid  —  Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri mengungkapkan bahwa untuk memenangkan Liga Champions, sebuah tim selain butuh keberuntungan juga perlu untuk menjadi spesial. Dan itu salah satu alasan mengapa mereka kalah dari Real Madrid di final musim lalu.

Sebagaimana diketahui bersama, Bianconeri mampu menembus final untuk kali kedua dalam tiga tahun terakhir. Namun hasilnya sama, mereka kalah di dua kesempatan itu. Setelah dikalahkan Barcelona di final 2015, mereka kalah 1-4 dari Real Madrid musim lalu.

Dan diungkapkan Allegri, dirinya sempat berpikir bahwa final musim lalu adalah waktu tepat untuk juara setelah dia melihat gol penyama kedudukan dari Mario Mandzukic.

“Ketika saya melihat gol luar biasa Mario Mandzukic yang melewati atas kiper Real Madrid, saya berpikir: “Wow… mungkinkah? Lalu, itu menembus gawang dan saya berpikir, “OK, mungkin inilah kesempatan kami”” terangnya.

“Gol ini adalah urutan teknis yang luar biasa yang dibangun oleh para pemain kami, dan itu diselesaikan dengan indah oleh Mandzukic. Dalam pikiran saya itu adalah gol yang tak akan pernah terulang,” sambungnya.

Menyelesaikan pertandingan dengan skor imbang 1-1, bencana terjadi di babak kedua. Juventus gagal mempertahankan performa mereka, sementara Real Madrid justru mampu mendominasi sebelum mencetak tiga gol tambahan.

“Ini menunjukkan perbedaan yang dibutuhkan untuk menjadi sebuah klub di final Liga Champions. Anda tak bisa hanya menjadi hebat, anda harus spesial!” tegasnya.

“Kami memiliki pemain spesial. Sayangnya, Real Madrid memiliki lebih banyak pemain spesial. Pada babak kedua, saya tahu kami tak memiliki alat atau potongan yang kami butuhkan. Kami memiliki dua pemain yang hampir tak bisa berdiri di kaki mereka karena cedera, dan Real Madrid memainkan pertandingan yang cerdas. Mereka tenang dan mereka nyaman,” tambahnya, dikutip dari laman Merdeka.

“Untuk mencapai final anda butuh talenta dan keberuntungan. Untuk memenangkannya, anda harus jadi tim yang lebih baik. Ini mungkin terdengar aneh, tapi saya benar-benar meninggalkan lapangan malam itu dengan ketenangan pikiran. Karena saya tahu kami bukan tim yang lebih baik. Sesederhana itu,” tandasnya.

[As]

%d blogger menyukai ini: