Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Internasional, News Duuh! Sembunyi di Bawah Kereta Jerman, 12 Imigran Gelap Ditangkap

Duuh! Sembunyi di Bawah Kereta Jerman, 12 Imigran Gelap Ditangkap


Foto ketika para imigran gelap diperintahkan keluar dari bawah kereta barang (Foto: Reuters/Russia Today)

Sketsanews.com, Munich  –  Polisi menahan 12 imigran gelap yang sembunyi di bagian bawah kereta barang agar bisa masuk ke Jerman. Para imigran yang semuanya berjenis kelamin laki-laki itu disebut berasal dari Nigeria, Somalia dan Pantai Gading.

Sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (11/8/2017), para pria yang berusia 16 hingga 29 tahun itu menaiki kereta barang menuju Munich itu ketika kereta tersebut berada di wilayah Verona, Italia. Namun percobaan masuk ke Jerman itu gagal akibat kamera deteksi panas yang ditempatkan di stasiun kereta Raubling.

 

Polisi pun menarik keluar para imigran tersebut dari kerangka logam yang terpasang di bawah kereta. Lokasi persembunyian tersebut sebenarnya dianggap sangat berbahaya serta berisiko tinggi mengingat kereta bergerak hingga kecepatan 150 kilometer per jam dan bisa saja para pria itu terjatuh dari kerangka logam itu.

Juru bicara kepolisian setempat, Rainer Scharf, mengatakan bahwa para imigran itu ditemukan dalam keadaan kesehatan yang memburuk karena kedinginan. “Kami sudah memanggil layanan darurat karena kami menduga beberapa di antara mereka menderita hipotermia,” ujar Scharf.

Kondisi tersebut bahkan terlihat di salah satu pria yang disebut tidak bisa berjalan. Polisi mengklaim, semua imigran tersebut dibawa ke pusat kesehatan setempat dan akan didata karena tidak ada yang membawa kartu identitas.

Ternyata ini bukanlah pertama kalinya dalam bulan ini ada imigran yang mencoba masuk ke Jerman melalui Raubling secara imigran. Dilaporkan dalam pekan ini hal tersebut sudah terjadi beberapa kali dan banyak di antara mereka yang berasal dari Afrika dan ditemukan dalam keadaan menderita berbagai penyakit. “Terdapat peningkatan yang jelas, karena di awal tahun kami hanya menemukan total 20 orang,” tutur pejabat setempat.

[As]

%d blogger menyukai ini: