Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, Hukum Istri Kades Itu Ternyata Dibunuh Oknum Marinir

Istri Kades Itu Ternyata Dibunuh Oknum Marinir

Polisi membeberkan barang bukti aksi pembunuhan istri Kades oleh oknum Marinir di Surabaya (Dida Tenola/JawaPos.com)

Sketsanews.com, Malang – Pembunuhan Luluk Diana, istri Kades Sidojangkung, Menganti, Gresik akhirnya terkuak. Pelakunya berstatus anggota marinir aktif. Dia ditangkap di Ngantang Malang, Jumat (11/8).

Penangkapan tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Jatim, Polres Mojokerto, dan Lantamal V Surabaya. Pembunuh Luluk bernama Tri Setiyo. Tri merupakan anggota marinir berpangkat Kopda yang berdinas di Karang Pilang, Surabaya.

Wadirreskrimum Polda Jatim AKBP Teguh Yuswardhie menegaskan bahwa motif Tri menghabisi nyawa Luluk murni karena ingin menguasai hartanya. “Motifnya permasalahan ekonomi, tidak ada urusan asmara. Dia (Tri) adalah pelaku tunggal,” tegas Teguh kepada Jawapos, Jumat petang.

Polisi membeberkan barang bukti aksi pembunuhan istri Kades oleh oknum Marinir di Surabaya (Dida Tenola/JawaPos.com)

Tri merupakan kawan sekolah Luluk. Pertemanan mereka tetap awet, meskipun Luluk sudah berkeluarga. Berawal dari pertemanan itu, Luluk kemudian meminta Tri agar mengawalnya saat mengambil uang di ATM. Profesi Tri sebagai tentara dianggap cocok untuk menjaga uang yang dibawa Luluk.

Namun kepercayaan itu justru dikhianati oleh Tri. Saat menemani Luluk mengambil uang di ATM BCA Mojokerto, Tri malah tergiur. “Korban dibawa ke tengah hutan lalu dibunuh di luar mobil Dieksekusi di TKP jenazah korban pertama kali ditemukan,” tambah polisi dengan dua melati di pundak tersebut.

Korban ditembak oleh Tri. Usai menghabisi nyawa Luluk, Tri melarikan mobil Toyota Yaris. Jenazah Luluk dibuang di tengah hutan jati, Blorok, Mojokerto. Mobil Yaris itu lantas ditinggalkan Tri di Pasar Sapi, Krian.

Polisi kini berkordinasi dengan Pomal Lantamal V Surabaya untuk memproses Tri. Warga Griya Samodra Asri, Sidoarjo itu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Dia sudah kami serahkan ke kesatuannya (Pomal) untuk diproses,” ucap Teguh.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: