Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Pendidikan Melihat Kondisi Ruang Kelas Anak SD yang Tewas di Sukabumi

Melihat Kondisi Ruang Kelas Anak SD yang Tewas di Sukabumi

Kondisi bangunan kelas yang memprihatinkan. (Foto: Syahdan Alamsyah)

Sketsanews.com, Sukabumi — SR bocah berusia 8 tahun meninggal dunia diduga akibat aksi kekerasan yang dilakukan teman sekelasnya berinisial DI. SR duduk di kelas II SDN Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Sukabumi, Jawa Barat.

Ada 92 orang siswa yang bersekolah di SDN Longkewang, bila dirata-ratakan per kelas itu hanya 15 hingga 17 orang. Untuk kelas hanya ada lima ruangan yang dipakai untuk kegiatan belajar mengajar, itu pun setelah ‘mengorbankan’ ruang guru yang digunakan siswa kelas VI.

“Karena kekurangan ruang ini kelas dua harus mengalah kepada adik kelasnya, SR belajar masuk siang setelah kelas satu pulang. Namun, saat kejadian SR dan beberapa temannya masuk sekitar jam tujuh pagi,” kata Kepala Sekolah SDN Longkewang Ade Rohman Gunawan kepada detikcom, Sabtu (12/8/2017).

Ini ruangan yang seharusnya ditempati SR. Cuma karena kondisinya begini, akhirnya tidak digunakan. Kepsek SDN Longkewang Ade Rohman Gunawan

Ade kemudian mengajak detikcom untuk melihat ruang kelas II yang semestinya ditempati SR, posisinya berada di belakang barisan kelas antara kelas III hingga kelas VI di bagian depan. Ruang kelas II berdekatan dengan ruang kelas I.

Melihat Kondisi Kelas untuk Bocah SR yang Tewas di SekolahAtap kelas berlubang dan sebagian temboknya hancur. (Foto: Syahdan Alamsyah)

Kondisi kelas itu hancur. Atap berlubang, beberapa kayu terlihat patah dan berserakan di lantai kelas. Dinding sebagian hancur. Ade menyebut sudah 4 tahun lamanya kondisi kelas dibiarkan seperti itu.

“Ini ruangan yang seharusnya ditempati SR. Cuma karena kondisinya begini, akhirnya tidak digunakan. Para guru saja menempati ruang perpustakaan,” tutur Ade, dikutip dari Detik.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berjanji memperbaiki ruang kelas tersebut. “Sudah masuk proyeksi untuk mendapatkan perbaikan, saya juga melihat di sekitar lokasi ada halaman belakang yang kerap dipakai siswa bermain. Rencananya nanti kita buat dua lantai atau pemagaran di belakang berikut bangunan baru, saya akan bicara dengan tim teknis,” kata Sekretaris Disdik Kabupaten Sukabumi M Solihin.

(Ad)
%d blogger menyukai ini: