Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hukum Lakukan Pungli terhadap Guru,Oknum Pegawai Honorer di Diknas Dipecat

Lakukan Pungli terhadap Guru,Oknum Pegawai Honorer di Diknas Dipecat

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

Sketsanews.com, Ogan Komering Ilir — Pungutan liar terhadap guru masih terus terjadi. Ini tentunya harus jadi perhatian serius tim Saber Pungli yang kini aktif melakukan penindakan. Terakhir, pungli terhadap para guru terjadi di wilayah kabupaten Ogan Komering Ilir. Dianggap mencoreng citra dan nama baik instansi, seorang oknum pegawai honorer Dinas Pendidikan (Diknas) di sana berinisial Ar, akhirnya dipecat.

“Perbuatan oknum honorer itu terkuak setelah para guru melapor. Setelah kami tanyakan, ternyata benar,” ungkap Kepala Diknas OKI, Masherdata Musai melalui Kabid SD, Romli seperti dikutip Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group).

Modusnya, oknum honorer itu secara paksa meminta uang dari para guru baik PNS maupun non-PNS yang menerima tunjangan guru terpencil pada April lalu. Guru-guru itu mengabdi di desa 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

“Menurut pengakuannya, total uang yang diminta Rp40 juta,” kata Romli. Dari 147 guru SD yang menerima tunjangan, ada yang mengaku telah diminta secara paksa oleh oknum tersebut dengan besaran antara Rp1 juta-Rp1,5 juta per orang.

Asumsinya, jika masing-masing dipintai Rp1 juta saja, artinya kurang lebih ada 40 guru yang kena pungli. “Baru tahun ini dilakukannya. Kami juga terkejut dan baru tahu,” ungkap Romli.

Ar dengan leluasa melakukan itu karena dia terlibat dalam penyaluran tunjangan itu. Dengan terungkapnya aksi Ar, Diknas telah mengambil tindakan tegas. “Dia dipecat,” tegas Romli.

Tak hanya itu, Ar diharuskan mengembalikan uang yang telah diperasnya dari para guru dalam waktu tiga bulan ke depan.

“Yang bersangkutan sudah kembalikan Rp15 juta. Sisanya, kami tenggat tiga bulan untuk dilunasi,” bebernya. Jika hingga limit waktu itu Ar tidak bisa mengembalikan uang tersebut, maka para guru yang menjadi korban akan menempuh jalur hukum.

“Kami berharap Ar dan keluarganya segera menyelesaikan permasalahan ini biar tidak ada tuntutan hukum di kemudian hari,” tandas Romli. Adanya aksi pemerasan oleh Ar diakui sejumlah guru. Seperti diungkap Ks, guru honorer penerima tunjangan tersebut.

(Ad)

%d blogger menyukai ini: