Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Pendidikan Rp 80 Miliar untuk 9 Ribu Laptop Siswa SD di Badung

Rp 80 Miliar untuk 9 Ribu Laptop Siswa SD di Badung

Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, I Nyoman Mandi – foto:Koranjuri.com

Sketsanews.com, Mangupura – Setelah membagikan laptop untuk siswa kelas VI SD tahun lalu, kini Pemkab Badung kembali melakukan pengadaan laptop tahap kedua. Pada tahap pertama, Pemkab badung telah mengucurkan dana miliaran rupiah untuk pengadaan barang elektronik penunjang pembelajaran tersebut. Demikian pula tahap kedua tahun 2017, pengadaan laptop yang diperkirakan sebanyak 9 ribu unit ini menelan anggaran mencapai Rp 80 miliar lebih.

Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Badung I Made Mandi kemarin (11/8) mengatakan, laptop akan diserahkan tahun ini menyasar siswa kelas V SD. Meski begitu laptop tersebut bukan menjadi hak milik, melainkan sebatas hak guna pakai selama proses pembelajaran. “Kalau tahun lalu pengadaan laptop untuk kelas VI, yang tahun ini untuk siswa kelas V. Laptop ini merupakan aset Pemda (pemerintah daerah), sehingga sifatnya hanya gak guna pakai saja,” ujarnya.

Jelas Mandi, laptop sudah direalisasikan kepada siswa bersamaan dengan tahun ajaran baru. Karena sifatnya hak guna pakai, laptop itu pun bisa dibawa pulang oleh para siswa. Hanya saat kenaikan kelas laptop tetap wajib dikembalikan ke masing-masing sekolah. Seperti seluruh laptop kelas VI tahun ajaran 2016/2017 yang sudah dikembalikan. “Karena merupakan aset pemda, wajib kembali diserahkan ke pemda,” terangnya seraya menyatakan semua laptop masih dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan.

Disinggung mengenai kemungkinan jumlah siswa kelas VI tahun ini lebih banyak daripada sebelumnya, pihaknya mengaku sudah menyiapkan solusi. Masalah tersebut bisa diatasi dengan mengambil kelebihan laptop dari sekolah lain atau dengan mengambil cadangan yang telah dipersiapkan pemerintah. “Kalau sekolah A kurang bisa ambil di sekolah B yang lebih. Begitu saja dan sejauh ini tidak ada hambatan,” jelasnya, seperti dikutip dari Jawapos.

Sementara, laptop tersebut, kata dia masih masuk garansi empat tahun. Namun demikian, pemerintah juga telah menyiapkan dana untuk pemeliharaan. Sayangnya, ia tak merinsi jumlah anggaran tersebut. “Laptop masih mendapatkan garansi selama 4 tahun. Tapi pemerintah juga menyiapkan anggaran pemeliharaan juga,” tandasnya.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: