Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Kobaran Api Terus Membesar, Pasutri Itu Ikut Terbakar

Kobaran Api Terus Membesar, Pasutri Itu Ikut Terbakar

Kepulan asap hitam terlihat dari jauh ketika api melahap sembilan ruko semi permanen di Jalan H. Said, Kelurahan Beringin, Sanggau, Jumat (11/8) sekitar pukul 7.30. (Kiram Akbar/Rakyat Kalbar/JawaPos.com)

Sketsanews.com, Sanggau – Kobaran api membakar sembilan ruko di kawasan Jalan H. Said, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Sanggau, Jumat (11/8) sekitar pukul 07.30. Delapan diantara bangunan semipermanen di lokasi padat penduduk itu bahkan rata dengan tanah.

Tak hanya menghanguskan bangunan, pasangan suami-isteri (Pasutri) pemilik satu di antara ruko yang terbakar, Lim Puk Kiang alias Afu (42) dan isterinya, Apit Marlina (41), mengalami luka bakar di tangan dan punggung. Keduanya dilarikan ke RSUD M.Th. Djaman.

Pemilik Ruko lainnya yang juga jadi korban, Ansari menuturkan, api bermula dari Ruko milik Afu. Diduga akibat korsleting listrik. Api dengan cepat menjalar karena bangunan terbuat dari kayu dan berdempetan. Pria paruh baya itu mengaku sedang tertidur ketika api mulai membakar. Ia dibangunkan teriakan “kebakaran”.

“Saya dengan anak di dalam, anak saya keluar duluan. Api berasal dari Ruko penjual mi tiaw itu (Ruko milik Afu), sekitar jam 7.30,” tuturnya kepada Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group) di lokasi kejadian.

Panik tak hanya dialami pemilik bangunan yang terbakar. Penghuni-penghuni bangunan di sekitarnya ikut mengeluarkan isi dalam ruko mereka. Takut ikut terbakar.

Enam mobil pemadam dari Sanggau, Manggala Agni Sekadau, dan PT. Erna dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Plus bantuan water canon dari Polres Sanggau.

Kapolres Sanggau, AKBP Oky Waskito mengungkapkan, kronologis kejadian sekitar pukul 07.30, Afu, yang tengah tidur di lantai II rukonya terbangun setelah mendengar suara barang terbakar dari kamar sebelahnya. “Setelah dilihat, rupanya api sudah menjalar di dinding kamar,” tuturnya.

Kaget, ia memberitahukan seisi ruko. Mereka mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api terus membesar, sehingga menyambar tangan dan punggungnya. Sang isteri pun tak luput dari jilatan api. Ketika itu, Apit Marlina, naik ke lantai atas untuk menyelamatkan surat-surat penting.

“Sekitar pukul 10.00, api baru benar-benar bisa dipadamkan, belum diketahui kerugian akibat kejadian tersebut,” tandas Oky.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: