Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Ternyata Penyewa Lama Mal Poncol Pasuruan Masih Tinggalkan Tunggakan

Ternyata Penyewa Lama Mal Poncol Pasuruan Masih Tinggalkan Tunggakan

MANGKRAK: Bangunan Mal Poncol yang sampai kini masih belum ada penyewanya. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Sketsanews.com, Pasuruan – Hampir setahun lebih Mal Poncol kosong dan mangkrak. Aset milik Pemkot Pasuruan itu belum juga ada yang mau untuk menyewa. Upaya Pemkot Pasuruan menggaet investor untuk Mal Poncol, tak kunjung terwujud. Terlebih, hingga saat ini proses serah terima mal yang ada di Kelurahan/Kecamatan Purworejo dengan pengelola sebelumnya, yakni CV Bina Mutu Sarana, belum terealisasi. Apalagi, CV Bina Mutu Sarana belum membayar tunggakan listrik untuk Pasar Poncol senilai Rp 85 juta.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif. Kendala yang dihadapi masih tetap. Yakni, soal serah terima dan pembayaran tunggakan listrik. Untuk serah terima, pihaknya masih kesulitan mempertemukan Wali Kota Setiyono dengan pihak CV Bina Mutu Sarana.

“Sampai saat ini, kami masih terkendala dengan jadwal padat Wali Kota. Sehingga, serah terima pengelolaan belum dapat dilakukan,” katanya.

Sedangkan untuk tunggakan listrik, pihak CV Bina Mutu Sarana menurut Ayik –sapaan akrabnya–, memang enggan membayar. Padahal, masih menurut versi Ayik, beban listrik di Pasar Poncol juga menjadi satu kesatuan dari kewajiban yang harus dibayarkan penyewa Mal Poncol.

Selama ini, penyewa hanya membayar biaya operasional Mal Poncol sebesar Rp 950 juta. Sehingga, biaya listrik Pasar Poncol akhirnya ditanggung pemkot. Nah, ternyata angka Rp 85 juta ini masuk dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. Pemkot diminta BPK untuk menertibkan persoalan ini. Caranya, meminta CV Bina Mutu Sarana melunasi tunggakannya.

“Karena itu, kami berencana mendatangkan PLN dan pengelola lama untuk menyeselesaikan masalah ini. Harapannya, agar tidak terjadi kisruh saat diserahkan ke pengelola baru,” jelas, seperti dikutip dai Jawapos.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Abdullah Junaedi berharap agar pemkot segera menemukan investor baru untuk Mal Poncol. “Kalau tidak segera difungsikan, ini bisa memunculkan stigma di masyarakat bahwa pemkot tidak pandai dalam mengelola aset miliknya,” terang politisi PKB ini.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: