Sketsa News
Home Berita, News, Peristiwa Berangkat Haji, Para Petani di Cilacap Tetap Bawa Caping, Untuk Apa?

Berangkat Haji, Para Petani di Cilacap Tetap Bawa Caping, Untuk Apa?

Jamaah KBIH Al Munawaroh kenakan caping saat berangkat haji (Istimewa)

Sketsanews.com, Cilacap – Ada yang beda dari pemberangkatan puluhan calon haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) AL Munawaroh Cilacap, beberapa hari lalu.

Seluruh anggota yang terdiri dari 45 orang itu memakai tudung bundar atau caping berwarna hijau.

Atribut yang biasa dipakai petani ke sawah itu sengaja dibagikan khusus kepada para calhaj untuk dikenakan di tanah arab.

Jangan salah, mereka bukan hendak bercocok tanam di tanah suci.

Jika di rumah mereka memakainya saat ke sawah, di Arab mereka mengenakannya untuk berlindung dari terik matahari.

Sekretaris KBIH Al Munawaroh, KH Mahdum Husnan Alhafidz mengatakan, tanah suci saat ini sedang dilanda cuaca ekstrem dengan suhu sangat panas.

Pemakaian tudung ini tak ubahnya payung untuk melindungi jamaah dari sengatan terik matahari.

Mereka pun tidak akan mengenakannya pada saat tahapan rukun haji yang tidak boleh mengenakan penutup kepala.

“Nanti dipakai saat mau ke masjid atau tempat lain saat tidak menjalankan rukun. Sekadar berlindung dari terik,”katanya, Sabtu (12/8)

Dengan pemakaian tudung itu, kelompok tersebut rupanya juga memiliki misi khusus. Mereka sekaligus ingin memperkenalkan budaya agraris di Indonesia kepada para jamaah haji mancanegara.

Mengutip dari Tribunnews, kelompok itu ingin menunjukkan bahwa banyak di antara jamaah haji di Indonesia berlatarbelakang petani.

Bagaimana respon orang Arab?

Orang-orang Arab ternyata terkagum dengan caping khas petani Indonesia.

Mahdum mengungkapkan, berdasarkan pengalaman pendiri KBIH Al Munawaroh, KH Hafidz, orang-orang Arab atau jamaah haji mancanegara selalu mengerumuni Hafidz saar ia memakai tudung itu karena penasaran.

Tak jarang, mereka meminta atau ingin membeli caping itu karena dirasa unik.

“Saat berangkat bawa caping, pulangnya sudah gak bawa karena diminta jamaah lain disana,”katanya.

(WIs)

%d blogger menyukai ini: