Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Curhatan Pengusaha Bendera Merah Putih di Pasar Senen

Curhatan Pengusaha Bendera Merah Putih di Pasar Senen

Ilustrasi (Foto: Okezone)

Sketsanews.com, Jakarta – Menghitung hari, Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-72 pada 17 Agustus 2017. Pedagang pernak-pernik kemerdekaan pun sudah bertebaran di segala penjuru Jakarta guna memanfaatkan momen tersebut.

Syamsudin , salah satu pedagang yang ada di Blok V, Pasar Senen, Jakarta, ikut memperoleh berkah menjelang 17-an. Bagaimana tidak. Dia yang sudah mulai berjualan pernak-pernik kemerdekaan sejak 1976 ini mengaku penjualannya naik hingga 50%.

Namun, kata dia, untuk meraih kesuksesan semacam itu bukan perkara mudah dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Terutama saat hari biasa, penjualan perlengkapan khusus kemerdekaan nyaris tidak dilirik sama sekali.

Tapi dia tidak kehabisan ide. Saat hari biasa dirinya juga menjual perlengkapan partai bahkan dia sudah mempunyai pelanggan dari seluruh daerah di Indonesia.

Dia juga menceritakan mengenai awal mulai melakukan perjalanan ke Jakarta, tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Bahkan ide menjual perlengkapan khusus kemerdekaan muncul secara tiba-tiba.

“Saya tahun 1964 dari Padang ke Jakarta. Waktu itu baru mulai usaha tahun 1975 usaha kaki lima, terus keluar motor honda dari Jepang, saya gunakan kesempatan itu untuk dagang honda bekas ke kampung,” ungkapnya saat berbincang dengan Okezone.

“Pas balik dari kampung ada yang cari reklame. Orang itu bertanya kepada pemilik toko apakah bisa membuat reklame. Terus pemilik toko sendiri ternyata tidak tahu apa reklame. Sehingga saya yang ada ditempat itu berpikir bahwa saya merasa bisa membuat itu. Pikiran itu otomatis karena saya pikir bisa makanya saya mulai bisnis reklame sekaligus keperluan partai dan kemerdekaan. Jadi sampai sekarang enggak ganti-ganti dagangannya,” imbuhnya.

Bahkan dia mengatakan 6 dari 9 anaknya telah melakoni bisnis yang sama, namun lebih beragam dagangannya. Anaknya yang lain juga ada yang berhenti bekerja dan mulai bisnis pakaian.

“Saya punya anak 9, yang masuk sini ada 6. Dari kerja kantor keluar jadi dagang gini tapi lebih ke jaman sekarang bisa request orang-orang mau buat seperti apa. Ada 9 toko, campur-campur dagangannya sesuai dengan bidang. Ada yang baju muslim dan baju biasa juga,” jelasnya.

Lanjut Syamsudin, setelah berdagang selama puluhan tahun di Pasar Senen banyak hal yang telah dilewati. Kebakaran yang terjadi di awal tahun ini juga menghabiskan dagangannya yang semula ada di Blok III Pasar Senen yang ikut terbakar Januari 2017 lalu.

“Banyaklah suka dukanya, ya sekarang sudah mulai membaik ya karena walaupun pindah ke sini langganan masih cari ke sini. Waktu itu ikut kebakar, ludes semua. Pindah ke sini (Blok V) baru sekitar 3,5 bulan,” tandasnya, seperti dikutip dari laman Okezone.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: