Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Peristiwa Gelandangan yang Melahirkan di Emperan Rumah Warga Meninggalkan Empat Tas Berisi Uang

Gelandangan yang Melahirkan di Emperan Rumah Warga Meninggalkan Empat Tas Berisi Uang

Uang peninggalan gelandangan yang melahirkan di Trenggalek.

Sketsanews.com, Trenggalek — Masih ingat gelandangan di Trenggalek, Jawa Timur, yang melahirkan seorang bayi di teras rumah warga, Selasa, 8 Agustus 2017?

Ternyata gelandangan bernama Malika itu meninggalkan harta berupa uang.

Hal ini dikabarkan admin grup Facebook Info Seputar Trenggalek (IST) dalam unggahannya belum lama ini.

Jumat (11/8/2017) markas IST kedatangan Tofa, warga RT.03/01 Kelurahan Karangsuko yang emperan rumahnya dipakai Malika melahirkan bayinya.

Tofa menyerahkan beberapa bungkusan kumal yang ternyata isinya uang.

“Menurut keterangan Tofa, bungkusan itu sempat mau dibuang karena dipikir sampah, apalagi bercampur dengan rongsokan yang berbau tidak sedap,” tulis IST

Di bagian lain, grup ini juga membagikan video saat uang itu dihitung oleh admin grup IST.Diberitakan sebelumnya, bayi Malika itu dilahirkan dalam keadaan normal tanpa bantuan orang lain.

Kasatbinmas Polres Trenggalek AKP Suyono saat dikonfirmasi Kompas.com menjelaskan, sekitar pukul 02.00 WIB, warga Desa Karangsoko digegerkan seorang gelandangan yang tengah membersihkan bayi yang baru lahir.

 Belakangan diketahui, gelandangan ini baru saja melahirkan seorang bayi berjenis kelamin perempuan.

Kejadian ini pertama kali dilihat pemilik rumah tempat gelandangan tersebut melahirkan di jalan raya Trenggalek-Tulungagung, Dusun Sukorejo Kelurahan Karangsoko, Kabupaten Trenggalek.

Melihat itu, pemilik rumah memanggil tetangganya dan melaporkan peristiwa ini ke salah satu anggota Babinkamtibmas Polres Trenggalek.

“Setelah mendapat laporan, tim kami langsung menuju lokasi temuan dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan RSUD Dokter Soedomo Kabupaten Trenggalek,” tutur AKP Suyono, dikutip dari Tribunnews.

Setibanya di lokasi, warga sudah berkerumun, penasaran ingin melihatnya.

“Pertama kita lihat di lokasi, kondisi bayi dalam keadaan kotor. Apabila ada orang mendekat, ibu bayi langsung ketakutan dan mendekap bayi. Setelah kami bujuk, akhirnya bersedia kami tangani,” ucapnya.

Petugas Posyandu Desa Karangsoko, Uswatul Khasanah (36) mengatakan, saat di lokasi kondisi bayi tidak menangis.

Bayi dalam kondisi sehat dengan sedikit benjolan di kepala bagian belakang. Hal itu kemungkinan disebabkan bayi terlalu lama berada di jalan rahim.

“Bayi baru menangis setelah mendapat penanganan dari tim medis,” ungkap Uswatul.

Setelah itu, bayi beserta ibunya langsung menjalani perawatan lanjutan di ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Dokter Soedomo Trenggalek.

(Ad)

%d blogger menyukai ini: