Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Mahasiswa Perikanan Unila Lolos PIMNAS ke-30 Ristekdikti

Mahasiswa Perikanan Unila Lolos PIMNAS ke-30 Ristekdikti

Hanif Mustofa/ Tribunlampung

Sketsanews.com, Bandar Lampung – Udang merupakan salah satu komoditi yang masih menjadi primadona bagi pelaku usaha. Namun perkembangan dalam budidaya udang ini belum sepenuhnya optimal.

Berangkat dari persoalan itu,  Tim PKM-PE UNILA mencoba mengembangkan inovasi baru dalam meningkatkan pertumbuhan  Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) untuk meningkatkan produktifitas.

Hebatnya inovasi ini telah berhasil lolos dalam PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) sebagai peserta PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) ke-30 yang diselenggarakan di Makassar tanggal 23 s.d 28 Agustus 2017.

Dengan karya tulis yang berjudul Pemanfaatan Tetes Tebu Legi Sebagai Alternatif Media Kultur Bakteri Lokal Yang Lebih Ekonomis Dan Ramah Lingkungan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei)” atau disingkat “PETE BULE” dibawah bimbingan Dosen Perikanan Esti Harpeni, telah berhasil mengikuti event bergensi ini.

Ketua tim PKM-PE karya ini Ayu Novitasari, mahasiswa perikanan FP unila angkatan 2013, mengatakan Lampung memiliki potensi budidaya perikanan dan tambak yang sangat besar.

“Namun keberadaan udang vaname saat ini mengalami berbagai permasalahan, seperti penurunan kualitas air sehingga menyebabkan pertumbuhan udang terganggu,” tuturnya, Sabtu (12/8/2017).

Ia pun mengatakan, petambak udang masih menggunakan teknik sedimentasi dengan kolam tandon untuk menyimpan air sebelum dimasukkan ke dalam tambak. Pemakaian kincir air untuk meningkatkan konsentrasi oksigen terlarut dan penggunaan bahan kimia untuk mengantisipasi hama dan penyakit.

“Upaya tersebut belum sepenuhnya memberikan hasil yang optimal dalam meningkatkan hasil produksi udang, maka celah yang bagus dengan penggunaan probiotik bakteri isolat lokal,” sebut Ayu.

Maka inovasi yang bisa dilakukan adalah dengan efisiensi kultur bakteri. Yakni dengan media alternatif lain yang   menggantikan kultur SWC (Sea Water Complate) dengan yang lebih ramah lingkungan, lebih ekonomis dan dapat dikultur pada skala semi massal.

Dikutip Tribunlampung, “Media ini dengan teknis molase, melalui teknik ini pemberian bakteri isolat lokal yang dikultur pada media teknis molase dapat meningkatkan pertumbuhan udang dan menstabilkan kualitas air tambak,” kata Ayu.Sementara itu Dosen pembina kemahasiswaan jurusan perikanan dan kelautan FP Unila Maulid Wahid Yusuf mengatakan pihaknya terus berusaha membangun kultur ilmiah dan berperan aktif dalam peningkatan kapasitas mahasiswa.

“Baik melalui inovasi di bidang penelitian, kreatifitas sosial kemasyarakatan maupun pengembangan teknopreneurship perikanan,” sebutnya.

Maulid melanjutkan tahun 2017, dalam ajang PKM ini, pengajuannya mahasiswa perikanan dan kelautan mengirimkan 60 karya dan terseleksi 4 judul pkm oleh dikti.

“Selanjutnya 2 judul PKM lolos seleksi ke pimnas ke-30 di makasar, salah satunya milik Ayu Novita Sari, Capaian ini tentunya membanggakan, prestasi ini dapat tercapai berkat sinergi dan kerja sama semua pihak,” pungkasnya.

Dilain pihak, Dekan Fakultas Pertanian Unila Irwan Syukrie Banuwa mengungkapkan melalui ajang pimnas ke-30 tahun 2017 dapat menginspirasi dan memberi semangat.

“Tentunya semangat ini dalam meningkatkan iklim akademik menuju the best 5 in 2025, kita akan support penuh melalui pendampingan dan membawa nama baik unila ke kancah nasional,” tandasnya.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: