Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Politik Jadi Wakil Rakyat Makin Enak, Tunjangan Naik hingga 7 Kali Lipat

Jadi Wakil Rakyat Makin Enak, Tunjangan Naik hingga 7 Kali Lipat

gaji wakil rakyat

Sketsanews.com, Jakarta – Setelah melalui tahap pembahasan hingga studi banding ke daerah lain, DPRD Kabupaten Bogor menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Perda tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD.

Perda disahkan sebagai payung hukum pertanda realisasi kenaikan tunjangan bagi para pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor. Mulai September nanti, wakil rakyat akan menerima tunjangan baru sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017.

Ketua Pansus Raperda Kenaikan Gaji Dewan, Kukuh Sri Widodo mengatakan, khusus bagi anggota DPRD kenaikannya hanya dua tunjangan, yakni tunjangan Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) Rp5.040.000.000 atau kenaikan bagi satu anggota ditambah Rp8.400.000 untuk satu tahun.

Kedua, tunjangan reses senilai Rp2.205.000.000 atau Rp14.700.000 per anggota ditambah tiga kali reses.

Menurutnya, yang berbeda dalam perda ini ada tunjangan tambahan bagi anggota DPRD yakni, tunjangan transportasi yaitu Rp4.140.000.000 atau Rp7.500.000 per anggota untuk 12 bulan. Sementara seluruh mobil dinas ditarik Pemkab Bogor. Sedangkan bagi pimpinan anggota DPRD, ada kenaikan uang representasi hingga tujuh kali lipat.

“Uang representasi itu hanya dimiliki pimpinan DPRD, saya sendiri tidak mengetahui nominalnya. Kalau kenaikan bagi anggota hanya TKI dan reses dan ada tambahan tunjangan transportasi saja,” kata dia dilansir Jawa Pos

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupten Bogor Ade Ruhandi mengakui, secara terinci nominal tunjangan yang bakal diterima olehnya dan anggota DPRD akan diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup).

“Kami sudah mengesahkan perdanya, tentu rinciannya diatur dalam perbup. Saat ini, kami tidak berbicara nominal, melainkan hanya penyesuaian aturan pemerintah yang lama dicabut karena adanya PP No­mor 18 Tahun 2017,” kata pria yang disapa Jaro Ade itu.

Dengan adanya kenaikan tunjangan, lanjut dia, seluruh anggota DPRD harus mening­katkan kapasitas bekerjanya dan memberikan pelayanan maksimal.

“Yang pasti kami harus bekerja lebih keras, meski anggaran secara rinci belum diketahui karena itu diserahkan ke pihak eksekutif. Kami tidak boleh mengabaikan hak kepentingan rakyat,” ujarnya.

Senada, Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, berdasarkan raperda yang ditetapkan, penghasilan pimpinan dan anggota DPRD terdiri uang representasi, tunjangan alat kelengkapan, tunjangan jaba­tan, tunjangan keluarga, tunjangan beras.

Kemudian uang paket, tunjangan jabatan, tunjangan alat kelengkapan lain, TIK, tunjangan kesejahteraan bagi pimpinan atau anggota DPRD yang meninggal, hingga tunjangan reses serta tunjangan operasional yang dikhususkan bagi pimpinan.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: