Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines, News Gas Melon Langka di Cilacap, Warga Tak Bisa Memasak

Gas Melon Langka di Cilacap, Warga Tak Bisa Memasak

Ilustrasi gas melon . Foto : Istimewa

Sketsanews.com, Cilacap – Gas elpiji ukuran 3 kilogram alias gas melon menghilang dari pasaran beberapa hari terakhir. Banyak konsumen yang sulit mencari gas melon. Padahal konsumsi gas masyarakat sangat tinggi.

“Ini sudah beberapa hari mencari stok gas sangat sulit. Permintannya belasan paling dapat tiga tabung, itu pun kalau tidak terlambat,” kata Karta Suwirya (60) salah seorang pengencer gas melon di Cilacap.

Menurut dia, di agen-agen gas melon ikut menghilang. Sebab, banyak agen yang saat didatangi tidak ada stok. Akibatnya, ada konsumen yang dua hari tidak masak karena tidak ada gas.

“Hari Kamis datang ke warung belum ada gas, sekarang juga belum ada gas sehingga saya suruh cari ke Kroya,” kata dia.

Dia mengaku mendengar isi akan ada penggantian gas dari ukuran 3 kilogram menjadi 5 kilogram. Namun hingga sekarang belum ada informasi yang jelas. Kita konsumen gas kebingungan karena gas sulit dicari.

“Waktu saya tanya ke agen, belum juga ada informasi jelas terkait tentang akan adanya pergantian tabung gas dari 3 kilogram menjadi 5 kilogram,” ujarnya.

Radar Banyumas (Jawa Pos Group) yang mencari tahu ke agen gas melon juga belum mendapatkan informasi yang valid terkait pergantian gas 3 kilogram ke 5 kilogram. Imam salah seorang saat ditemui mengaku kiriman masih seperti biasa.

“Namun karena permintannya memang banyak sehingga seberapapun gas yang dikirim selalu habis dalam sekejap,” kata dia.

Kondisi serupa, juga terjadi di Majenang. Dalam sepekan terakhir, warga di Kecamatan Majenang mengaku sering mengalami kesulitan untuk mendapatkan tabung gas. Beberapa warga mengaku harus memesan kepada pengecer atau pangkalan terlebih dahulu. Pemesanan ini dilakukan saat tabung gas yang ada di rumah mereka mulai menandakan akan habis.

“Saya sudah pesan sebelum tabung dirumah habis karena khawatir tidak kebagian,” ujar Kusuma, salah satu warga Desa Jenang.

Informasi lain menyebutkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) nantinya akan dilarang memakai tabung gas melon. Mereka akan diarahkan menggunakan tabung lebih besar karena tabung gas melon pada dasarnya diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu.

Sementara itu, Hiswana Migas bersama Pertamina memastikan pasokan gas tiga kilogram untuk Kabupaten Cilacap akan ditambah pekan ini. Tambahan pasokan ini masuk dalam kuota fakultatif dan diperkirakan akan mencapai 44 ribu tabung.

“Minggu ini ada tambahan sekitar empat puluh empat ribu tabung sampai akhir bulan,” kata Koordinator Daerah Elpiji Cilacap, Indria Widya Waskita yang dikutip dari Jawapos..

Menurut dia, penambahan fakultatif ini diambil sebagai langkah untuk mengamankan ketahanan stok gas di masyarakat. Hal ini sekaligus untuk menghindari kelangkaan meskipun bulan Agustus kian jarang warga yang menggelar hajatan. Kegiatan masyarakat seperti ini sering membuat kebutuhan gas meningkat.

“Penambahan ini untuk ketahanan stok,” jelas dia. Dia menjelaskan, pasokan reguler untuk Kabupaten Cilacap mencapai 1.181.600 tabung dan digelontorkan selama Agustus ini. Dengan demikian tidak ada perubahan pada jatah reguler yang selalu diberikan Pertamina. “Kuota reguler tetap. Bulan ini 1.181600 tabung,” kata dia.

(Tri)

%d blogger menyukai ini: