Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News 7.000 Pompa Air Bantu Petani Klaten

7.000 Pompa Air Bantu Petani Klaten

MI/Djoko Sarjono

Sketsanews.com, Klaten – Petani di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sudah siap menghadapi kemarau. Seperti dituturkan pejabat di Dinas Pertanian Klaten Wahyu Wardana, para pengolah sawah di wilayahnya sudah menyiapkan sekitar 7.000 pompa air milik petani dan kelompok tani.

“Pompa air sudah siap dioperasikan sewaktu-waktu. Pada musim tanam ketiga ini memang sudah ribuan hektare sawah dilaporkan mulai kekurangan air,” tuturnya.

Untuk mengaliri sawah, petani menyedot air tanah atau air sungai. Biaya produksi di musim kemarau diakui lebih besar daripada musim penghujan. Tahun ini, kekeringan mulai terasa di Kecamatan Kali kotes, Trucuk, Tawas, dan Karangdowo. “Kami mulai menyedot air tanah untuk menyelamatkan tanaman agar tidak puso,” kata Mulyono, 65, petani di Kalikotes.

Berbeda dengan di wilayah lain yang mengalami keke-ringan sejak satu bulan lalu, warga di Kampung Cirata, Desa Sukajadi, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah dilanda krisis air sejak dua bulan lalu.

Upaya terkini yang bisa mereka lakukan untuk mencari air ialah berjalan kaki ke sumber air, yang jarak terdekatnya mencapai 1 km. “Sumur kering sejak dua bulan lalu. Setiap tahun memang seperti ini,” aku Lina, 35, warga Cirata.

Kemarin (Minggu, 13/8), di Banyumas, Jawa Tengah, dilaporkan krisis air bersih juga semakin meluas, dari enam desa menjadi delapan desa, yang tersebar di enam kecamatan.

Dikutip dari Media Indonesia, “Untuk membantu warga, kami mendistribusikan air bersih ke wilayah itu. Selain BPBD, PMI juga melakukan hal sama,” kata Kepala Plh BPBD Banyumas Prasetyo Budi Widodo.

Daerah langganan kekeringan lain, Kabupaten Wonogiri, sulit lepas dari ancaman itu. “Kami butuh dana Rp165 miliar untuk mengeksplorasi sumber air Banyutowo di Paranggupito. Tahun ini pemkab hanya bisa menggulirkan Rp2 miliar,” kata Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: