Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Hasil Karya Warga Binaan Rutan Klas 1 Solo Bernilai Ekonomi

Hasil Karya Warga Binaan Rutan Klas 1 Solo Bernilai Ekonomi

salah satu hasil karya warga binaan rutan klas 1 Surakarta. foto:Joglosemar | Insan Dipo Ferdias

Sketsanews.com, Solo – Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Surakarta memamerkan kreativitas seni dan kerajinan hasil karya warga binaan di Solo Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Minggu (13/8).

Hasil karya yang dipamerkan meliputi, karya seni burung garuda, sangkar burung, lampion, lukisan, kerajinan celengan durian, tas, tangga lipat besi, hiasan dinding kaligrafi, ataupun kuliner berupa kue-kue. Tampil pula D’Kraton Band yang beranggotakan warga binaan menghibur pengunjung dalam kegiatan pagi kemarin.

“Ini pameran hasil karya warga binaan Rutan Klas I Surakarta. Ini rutin kita gelar di CFD dan sekaligus untuk meramaikan CFD,” ujar Kepala Rutan Klas I Surakarta, Oga Geofanni Darmawan saat ditemui di sela-sela kegiatan, Minggu (13/8).

Melalui kegiatan ini pihaknya ingin masyarakat tahu jika warga binaan rutan juga punya kreativitas membuat hasil-hasil karya yang bermanfaat. Selama di rutan mereka mendapatkan ketrampilan sesuai keinginan atau keahlian yang dimilikinya. Pihaknya menggandeng Pemkot Surakarta untuk memberikan ketrampilan. “Ada intrukturnya dan pelatihannya. Itu seperti membuat kue, memasak, menjahit, menyulam atau kerajinan tangan. Mereka juga mendapat fasilitas untuk mengembangkan minat atau bakat yang dimiliki,” kata dia.

Dengan ketrampilan ini, lanjut dia, warga binaan setelah bebas diharapkan bisa diterima di masyarakat, tidak dikucilkan dan bisa memperbaiki diri. Apalagi mereka punya ketrampilan sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan positif.

Sementara itu salah satu pengunjung CFD (32), Yanti berpendapat hasil karya warga binaan rutan cukup bagus. Menurut dia, sudah seharusnya mereka mendapatkan pelatihan agar nanti setelah bebas bisa bermanfaat di masyarakat. “Bagus-bagus hasilnya. Ternyata mereka juga kreatif dan bakat. Rutan dan Pemkot harus bisa mendukung dengan memberikan fasilitas,” pungkasnya, seperti dikutip dari laman Joglosemar.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: