7 Desa di Kebumen Terendam Banjir

Banjir di Kebumen. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Banjir di Kebumen. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Sketsanews.com, Kebumen – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah sejak 2 hari terakhir menyebabkan beberapa desa dalam satu kecamatan terendam banjir. Untuk sementara, aktifitas warga pun menjadi terganggu.

Sebanyak 7 desa di Kecamatan Bulus Pesantren terendam banjir pada Sabtu (6/1/2018). Adapun ke 7 desa tersebut adalah Desa Banjurpasar, Waluyo, Setrojenar, Brecong, Maduretno, Ayamputih, dan Desa Banjurmukadam.

Gedung TK terendam banjirGedung TK terendam banjir Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

“Karena hujan sudah 2 hari terus banjir. Ada 7 desa di Kecamatan Bulus Pesantren yang terendam banjir mas antara lain Desa Banjurpasar, Waluyo, Setrojenar, Brecong, Maduretno, Ayamputih, dan Desa Banjurmukadam,” kata Camat Bulus Pesantren, Suis Idawati ketika dihubungi detikcom, Sabtu (6/1/2018).

Ketinggian air yang merendam desa-desa tersebut berkisar antara 70 cm hingga 1 meter. Aktifitas warga pun menjadi terganggu.

“Air sudah masuk rumah warga karena ketinggian bisa mencapai 1 meter. Warga nggak bisa masak karena mayoritas menggunakan kayu bakar. Untuk beraktifitas pun juga terkendala,” lanjutnya.

Warga mengevakuasi sepeda motorWarga mengevakuasi sepeda motor Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Sementara itu Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kebumen, Basori mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah menerjunkan 1 perahu untuk menyisir lokasi dan membantu warga. Untuk sementara hingga saat ini belum ada warga yang diungsikan. Warga masih bertahan di rumah masing-masing.

“Untuk personel dan 1 perahu sudah kami terjunkan. Warga sementara belum ada yang mengungsi, namun kami tetap pantau dan lakukan patroli di lokasi. Sedangkan logistik kami masih berkoordinasi dengan pihak desa, nantinya mau dibuka dapur umum atau tidak,” katanya. (Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: