70 Pondok Pesantren Terima Dana Hibah dari APBD Kota Tangsel

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany saat Hari Santri Nasional di Ponpes Al Amanah Al Batani, Jl. Raya Puspitek, Kec. Setu. (anton)
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany saat Hari Santri Nasional di Ponpes Al Amanah Al Batani, Jl. Raya Puspitek, Kec. Setu. (anton)

Sketsanews.comTANGSEL – Sekitar 70 an pondok pesantren yang berada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bakal mendapatkan dana hibah dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Tangsel dengan bersaran bervariasi.

“Wacana ini yang terus kami dorong bersama  seluruh anggota DPRD Tangsel untuk dapat tercipta sesuai aturan yang jelas sehingga tahun depan Pemkot Tangsel dapat memberikan bantuan hibah ke puluhan pondok pesantren di tujuh kecamatan,” kata Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany saat Hari Santri Nasional (HSN) di Ponpes Al Amanah Al Batani, Jl. Raya Puspitek, Kec. Setu, Selasa (22/10/2019).

Rencana itu sekarang masih terus digodok dan disusun antar Pemkot Tangsel dengan anggota DPRD setempat sejauhmana kekuatan anggaran yang dimiliki serta untuk memberikan bantuan hibah ke Pondok Pesantren di Tangsel.

“Jika semua selesai tentunya anggaran hibah itu dapat diberikan dengan besaran tentunya bervariasi antar pondok pesantren satu dengan yang lain.

Dari data yang ada kalau tidak salah di Kota Tangsel memiliki sekitar  70-an (pesantren) yang terdaftar dengan jumlah santri tentunya bervariasi.

Di Depok

Sementara itu, kegiatan HSN di Kota Depok juga dilakukan dengan acara apel bersama di halaman Balaikota Depok. Wali Kota Depok Muhammad Idris, mengatakan keberadaan Pondok Pesantren diharapkan menjadi laboratorium berbagai kegiatan.

“Ada sembilan yang harus di terapkan santri di pesantren yaitu , kesadaran harmonis beragama berbangsa,metode mangaji dan mengkaji langsung oleh sang kiyai dipesantren,para santri biasa diajarkan untuk hikmat dan pengabdian,pendidikan kemandirian karena jauh dari keluarga, gerakan kesenian dan satra,kelompok diskusi,kearifan lokal,kepentingan umum dan pengalaman spiritual,” katanya.

Sedangkan, Kepala kementrian Agama Kota Depok, Asnawi, mengatakan Pesantren di Depok harus jelas , harus ada santrinya serta marteri-materi pelajaranya yang dipelajari harus jelas.  “Depok tidak ada pesantren yang radikal bagi santri-santrinya, semuanya di monitor langsung oleh Kementerian Agama,” tuturnya. (anton/M3/tri)

▶ Sumber: poskotanews ◀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: