Militer AS Mengerahkan 3.750 Tentara Tambahan ke Perbatasan Meksiko

Pasukan Angkatan Darat AS dikerahkan ke perbatasan AS-Meksiko. (Foto: Guillermo Arias/AFP/Getty Images)

Sketsanews.com, Washington – Amerika Serikat (AS) akan mengirim 3.750 tentara tambahan ke perbatasannya dengan Meksiko. Hal itu diungkapkan Pentagon ketika Presiden Donald Trump melipatgandakan permintaannya soal anggaran tembok guna meningkatkan keamanan perbatasan.

Tentara pada awalnya dikerahkan ke perbatasan berdasarkan perintah yang diberikan Trump sebelum pemilihan paruh waktu pada November lalu, saat “karavan” imigran menuju ke perbatasan untuk mencari suaka dan melepaskan diri dari kekerasan dan kemiskinan di negara mereka sendiri.

“Departemen Pertahanan akan mengerahkan sekitar 3.750 pasukan tambahan AS untuk memberikan dukungan tambahan kepada CBP (Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan) di perbatasan barat daya yang disetujui oleh Penjabat Sekretaris Pertahanan (Pat) Shanahan pada 11 Januari,” demikian pernyataan Pentagon, seperti dilaporkan AFP, Senin (4/2/2019).

Penambahan pasukan ini dilakukan selama tiga bulan, dan akan menambah jumlah pasukan di perbatasan menjadi 4.350 orang.

“Tugas mereka akan mencakup kemampuan pengawasan yang cekatan hingga akhir September 2019, serta penempatan sekitar 150 mil kawat berduri antara pelabuhan masuk.”

Kabar itu muncul menjelang tenggat waktu 15 Februari yang ditetapkan Presiden Donald Trump kepada Kongres untuk menyetujui pendanaan pembangunan tembok perbatasan yang dia janjikan dalam kampanye pilpres.

Trump mengatakan bahwa bagian tembok yang ada harus diperluas di sepanjang perbatasan untuk menghentikan apa yang dia sebut sebagai invasi penjahat yang tidak terkendali.

Trump menggarisbawahi klaim ini pada hari Minggu kemarin.

“Dengan karavan berbaris melalui Meksiko dan menuju Negara kita, Partai Republik harus siap untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk Keamanan Perbatasan yang KUAT,” cuit Trump.

“Demokrat tidak melakukan apa-apa. Jika tidak ada Tembok, tidak ada Keamanan. Perdagangan Manusia, Narkoba, dan Penjahat dari semua dimensi – JAUHKAN ITU!”

Demokrat, yang mengendalikan majelis rendah, berulang kali menolak permintaan pendanaan tembok yang diminta Trump, dengan mengatakan bahwa presiden AS itu menjadikan proyek tembok sebagai perang politik untuk menjelek-jelekkan para imigran dan untuk memuaskan basisnya.

Trump sebelumnya mencoba menekan Kongres agar mendukung idenya dengan menolak menandatangani anggaran untuk pemerintahan federal, yang berujung penutupan pemerintahan selama lima pekan dan menyebabkan sekitar 800.000 pegawai pemerintah bekerja tanpa digaji atau dirumahkan.(Bt)

Sumber: inews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: