Sadis, Suami Bunuh Istri Didepan Anaknya

Aparat kepolisian dibantu karyawan perusahaan mengevakuasi jenazah korban Hastian dari mess karyawan blok G 10, Jumat (10/5). Foto: Jawapos

Aparat kepolisian dibantu karyawan perusahaan mengevakuasi jenazah korban Hastian dari mess karyawan blok G 10, Jumat (10/5). Foto: Jawapos

Sketsanews.com, Kotim – Rumah tangga pasangan suami istri Maddi, 34, dan Hastian, 26, berakhir tragis. Setelah 10 tahun bersama-sama membina rumah tangga, keduanya harus berpisah, untuk selama lamanya. Maddi tega menghilangkan nyawa perempuan yang telah mengarunianya sepasang anak HM, 8, dan FR, 3.

Diberitakan Kalteng Pos.co (Jawa Pos Group), Maddi nekat menghabisi nyawa istrinya di mess PT AWL Blok G 10 Desa Tanah Haluan, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (10/5) sekitar pukul 07.30 wib. Pagi itu, warga di sekitar blok G gempar setelah mengetahui adanya peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi di kediaman Maddi di barak karyawan no 9.

Berdasarkan keterangan saksi Sela Umardani, 45, pagi itu ia mendengar ada teriakan anak-anak di kawasan messnya. Sela Umardani yang menghuni di mess atau barak no 2 langsung bergegas menuju ke arah teriakan itu. Ia melihat HM dan FR anak dari pasangan Maddi dan Hastian beriteriak dari jendela barak.

“Ibu saya dipotong oleh bapak,” kata Sela menirukan teriakan HM dan FR, dikutip dari Jawapos, Selasa (14/5).

Tidak berapa lama, Sela Umardani melihat Maddi keluar dari dalam barak. Suami Hastian itu keluar dengan tubuh yang sempoyongan berlumuran darah, saat itu saksi juga melihat Maddi masih memegang sebilah parang di tangan kanannya yang juga masih berdarah.

“Karena takut saya minta tolong dan berlari ke arah permahan karyawan security. Para security segera menuju barak Maddi, ” tambah saksi.

Saksi lain bernama Hasni, 47, mengatakan, saat itu ia juga mendatangi barak korban yang masih bangunannya satu atap dengan saksi. Dirinya menjelaskan, pelaku dan korban sudah tinggal kurang lebih 9 bulan di PT AWL tersebut.

“Korban sering bercerita ke saya bahwa suaminya (pelaku) orangnya cemburu buta. Misalnya saja, ada SMS atau telepon dari keluarga korban, dan dibilang oleh suaminya bahwa yang SMS dan telepon itu selingkuhan korban,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, hal ini disebabkan pelaku tidak bisa membaca dan menulis. Sehingga berprasangka tidak baik kepada korban.

“Apalagi pernah kakak korban nelpon dan pelaku langsung ambil saja Hp takutnya selingkuhan istrinya, padahal tidak,” lirihnya.

Diakui Hasni, korban memang sering berkata kasar dan agak keras kepada suaminya. Hal ini diakibatkan lantaran prilaku suaminya yang tidak berubah, apalagi ketika gajian tiba.

“Uang gaji habis untuk keperluan bayar hutang mabuk dan untuk mabuk. Saya merasa sedih istri diperlakukan seperti itu,” pungkasnya.

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel Sik dan Kapolsek Mentaya Hulu Iptu Afandi membenarkan kejadian itu. Setelah pelaku diamankan, saksi yang juga karyawan setempat langsung melihat ke dalam barak pelaku.

“Mereka (saksi) masuk ke dalam kamar tidur korban dan melihat keadaan korban (Hastian) sudah tidak bernyawa dan bersimbah darah,” terang Rommel.

“Pada saat ditemukan korban sudah tidak ada detak nadi dan ditemukan sejumlah luka akibat kekerasan pada tubuh korban (luka senjata tajam) terutama luka robek bekas bacokan paling besar terdapat dibagian leher belakang korban, selanjutnya Korban dibawa ke RSUD Dr. Murjani Sampit untuk dilakukan Visum et Revertum,” ucapnya.

Afandi menjelaskan, saat ini pelaku dan barang bukti berupa 1 bilah badik berukuran panjang lebih 50 sentimeter dengan gagang terbuat dari kayu dan satu buah botol bekas air mineral ukuran kecil cairan racun belukar warna orange.

“Faktor penyebab kejadian pembunuhan oleh tersangka kepada korban adalah masalah kecemburuan yang diduga berselingkuh dengan lelaki lain (menurut keterangan tersangka). Atas kejadian tersebut, tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya. (Hw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: