Sketsa News
Home Hukum, kriminal Ada Taruhan Uang di Balik Aksi Balap Liar?

Ada Taruhan Uang di Balik Aksi Balap Liar?

Sketsanews.com, Kediri Kabupaten – Apakah ada unsur judi dari kasus balap liar yang merenggut dua nyawa di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG)? Masih belum bisa terjawab. Tapi, melihat dua korban adalah seorang joki balap, kemungkinan besar adanya unsur judi memang tidak bisa dihindari.

Informasi yang dihimpun laman JawaPos.com, balap liar dan judi memang tidak bisa dipisahkan. “Kalau tidak ada uang, tidak menantang,” ucap Rohman, salah satu mekanik salah satu bengkel motor balap.

Taruhan yang digunakan bermacam-macam. Tergantung sepeda motor jenis apa yang dibawa. Menurutnya ada bermacam-macam kelas yang digunakan untuk taruhan. Untuk sepeda motor sekelas Vega R, dan lain sebagainya yang telah dimodifikasi sebagainya biasanya dipatok taruhan sebesar Rp 1 juta.

Sementara untuk sepeda motor kelas dua yang berisi sepeda motor tipe Suzuki Satria, dan semacamnya dan telah dimodifikasi dipatok sebesar Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. “Bahkan bisa hingga tujuh juta, tergantung bagus tidaknya hasil rakitan sepeda motornya,” terang Rohman.

Lebih lanjut, untuk jarak yang ditempuh bervariasi. Ada yang 200 meter, 400 meter, hingga 1200 meter. Jarak tersebut juga memengaruhi jumlah peserta yang ikut bertaruh.

Untuk model balapannya bervariasi. Ada yang searah dan berlawanan arah seperti halnya yang dilakukan oleh Ravinu Danuarta, 16, warga Desa Tunge, Kecamatan Wates dan Andri Prasetyo, 15, warga Desa Blabak, Kecamatan Kandat.

Dikonfirmasi ada tidaknya unsur perjudian di kasus yang melibatkan Danu dan Andri, Kanitlaka Polres Kediri Iptu Roni Robi Harsono belum bisa memastikan. “Saat kami datangi, sudah bubar (balapan liar),” terang Roni. Sementara untuk mencari saksi yang langsung melihat aksi balapan liar itu, pihak kepolisian kesulitan. Bahkan, untuk mencari kejadian sebenarnya, pihak kepolisian harus mencari melalui kamera CCTV.

Untuk diketahui, balap liar yang menewaskan dua korban joki balap liar terjadi pada (7/4). Aksi balap liar yang juga melibatkan mobil Kijang Toyota itu bermula dengan balap liar dua joki.

Adalah Ravinu Danuarta, 16, warga Desa Tunge, Kecamatan Wates dan Andri Prasetyo, 15, warga Desa Blabak, Kecmatan Kandat. Dua joki ini balapan dari arah berlawanan. Ravinu dari arah Bank Daerah, sedangkan Andri dari arah Dishub. Dua joki ini melaju kencang menuju satu titik temu di tengah.

Pada saat melaju kencang, tiba-tiba muncullah mobil Toyota Kijang Super yang melaju dari arah Dishub ke Bank Daerah. Pada saat Andri akan menyalip Kijang tersebut, ia bertabrakan dengan Ravinu yang juga melaju kencang. Tubuh Ravinu terpental, sedangkan tubuh Andri sempat terlindas Kijang Super. Dua joki dinyatakan meninggal setelah sempat koma dibawa di RS Bhayangkara Kediri.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: