Aduh, Neraca Dagang Desember Diramal Tekor US$ 456,5 Juta

Ilustrasi Aktivitas di Pelabuhan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sketsanews.com – Menambahkan proyeksi dari Bahana Sekuritas.
Jakarta, CNBC Indonesia – Neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2019 diperkirakan kembali membukukan defisit. Namun sepertinya defisit neraca perdagangan tidak akan separah bulan sebelumnya.

Ilustrasi Aktivitas di Pelabuhan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Ilustrasi Aktivitas di Pelabuhan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan data perdagangan internasional Indonesia periode Desember 2019 pada esok hari. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor masih akan mengalami kontraksi (tumbuh negatif) 1,9% secara year-on-year (YoY). Sementara impor juga terkontraksi 4,4% YoY dan neraca perdagangan defisit US$ 456,5 juta.

Institusi Pertumbuhan Ekspor (%YoY) Pertumbuhan Impor (%YoY) Neraca Perdagangan (US$ Juta)
ING -0.7 -4.4 -277.2
Citi 5.2 -0.2 -267
Barclays -0.3 -4 -500
Maybank Indonesia -3.25 -7.06 -413
CIMB Niaga -5.8 -8.9 -500
Standard Chartered -1.5 -4 -632
BNI Sekuritas -3.74 -6.64 -548.7
BCA -1.9 -7.2 -207
Moody’s Analytics -800
Bahana Sekuritas -3.81 -2.58 -89
MEDIAN -1.9 -4.4 -456.5

Sebagai catatan, ekspor turun 5,67% YoY pada November 2019. Kemudian impor minus 9,24% YoY dan neraca perdagangan tekor US$ 1,33 miliar. Jadi kalau data Desember 2019 sesuai ekspektasi, maka ada perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

 

Di sisi ekspor, pertumbuhan negatif sudah terjadi selama 13 bulan beruntun dan kemungkinan bakal 14 kali jika Desember kembali terkontraksi. Ini adalah rantai kontraksi ekspor terpanjang sejak Oktober 2014 hingga Agustus 2016.

Sedangkan impor ‘baru’ mencatat kontraksi dalam lima bulan terakhir. Apabila Desember 2019 minus lagi, maka akan menjadi enam bulan berturut-turut.

Sumber : CNBCI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: