Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hukum, News, Peristiwa Agustinus Turun dari Baliho Setelah Dibujuk Jimly Asshiddiqie

Agustinus Turun dari Baliho Setelah Dibujuk Jimly Asshiddiqie

Agustinus turun dari baliho setelah dibujuk Jimly (pakai peci). (Yuliaty B)

Sketsanews.com, Jakarta – Agustinus akhirnya bersedia turun dari atas baliho di dekat jalan layang (flyover) Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur. Agustinus Turun setelah dibujuk mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie.

“Dia bersedia turun sesuai dengan permintaan dia karena tadi saya teriak dari bawah bahwa sesuai permintaan dia, saya temui,” kata Jimly saat dilnsir dari detikcom, Kamis (13/9/2018).

Jimly tiba di lokasi itu sekitar pukul 17.00 WIB. Dia datang karena mendapat kabar Agustinus baru mau turun jika ditemui Jimly atau Mahfud Md atau Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait

“Lalu kita teriakin bahwa saya sudah datang, sesuai permintaannya, sebetulnya, saya atau Merdeka Sirait. Tapi ada satu lagi dia tulis tangan minta saya atau Mahfud,” ujarnya.

Jimly membujuk Agustinus melalui pengeras suara. Awalnya, Kapolres Jakarta Timur Kombes Tony Surya Putra yang bicara.

“Kapolres teriak-teriak lalu bilang Prof Jimly sesuai permintaan sudah datang, saya disuruh bicara, ‘ini saya sudah datang’, dia lihat ke bawah, saya dada-dadain, dia percaya akhirnya dia bersedia turun, lalu dibantu oleh damkar,” ujarnya.

Jilmy lalu mengajak bicara dan mendengar keluhan Agustinus setelah turun. Agustinus bercerita, sejak 2016, dia mendatangi Polsek, Kodim, hingga Komnas HAM terkait kasus kematian keponakannya yang dinilai tidak wajar.

Jimly menceritakan masalah Agustinus adalah keponakannya meninggal tapi tidak ada kejelasan. Sebelum meninggal, menurut Agustinus, keponakannya itu tinggal bersama tentara selama seminggu.

“Tidak ada kabar berita, tidak ada penjelasan meninggalnya kenapa, katanya karena kecelakaan, itu aja. Dia minta visum, tapi tidak bersedia pihak itu. Kemudian berharap itu dibantu, ternyata semua pembiayaan nggak ada yang bantu, dia sendiri. Malah dia disalah-salahkan seolah-olah menggunakan motor dinas dari TNI setempat, makin marah dia,” imbuhnya.

Jimly melanjutkan Agustinus lalu melapor ke polisi hingga Komnas HAM, tapi tidak ada tindak lanjut. Dia juga melapor ke LBH setempat, tapi tidak juga ada yang melayani.

“Dia sudah putus asa ini,” ujarnya.

Jimly pun menelpon Komnas HAM. Komnas HAM berjanji akan menerima Agustinus pada Jumat (14/9) pukul 10.00 WIB besok.

“Saya akan berusaha untuk mengawal ini dan sudah saya kasih nasihat tadi, pertama, dia jangan lagilah berbuat nekat kayak begini, kita selesaikan, nanti saya bantu,” ujarnya,

“Kedua, saya bilang, saya minta polisi, polres memberkas ini laporannya lengkap, apa yang bisa ditindaklanjuti oleh kepolisian dan polisi juga banyak membantu, termasuk tadi damkar membantu, untuk turunkan dia,” ujarnya.

Agustinus saat ini sudah dibawa ke Mapolsek Ciracas. Belum ada keterangan lebih rinci dari Agustinus terkait kasus yang dia maksud. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: