AHY Tak Sebut Prabowo Sebagai Presiden RI Mendatang, Ini Tanggapan Dahnil

Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Tsarina/detikcom)

Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Tsarina/detikcom)

Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Tsarina/detikcom)
Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Tsarina/detikcom)

Sketsanews.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak mempersoalkan pidato Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang tidak menyebut nama Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai Presiden RI mendatang. Sebab, menurut BPN, materi pidato AHY itu sudah disampaikan lebih dulu kepada Prabowo.

“Semua hal yang disampaikan oleh Mas AHY sudah disampaikan sejak awal kepada Pak Prabowo, dalam diskusi-diskusi terbatas ketika Pak SBY, Mas AHY memberikan masukan kepada Pak Prabowo,” kata Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (2/3/2019).

Dahnil menyatakan BPN Prabowo-Sandiaga sama sekali tidak meragukan Partai Demokrat. BPN yakin Partai Demokrat mendukung sepenuhnya pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu.

Menurut Dahnil Sikap AHY dan Demokrat sudah jelas. Tentu, sikap Demokrat kan sudah jelas mendukung Pak Prabowo dan Sandi,” ujar Dahnil.

Tak hanya Dahnil, Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Riza Patria, juga meyakini hal serupa. Bahkan, Riza mengatakan bahwa pidato politik AHY jelas ditujukan untuk Prabowo.

“Banyak sekali yang disampaikan Pak AHY, detail itu soal program-program, subsidi yang dicabut. Itu artinya yang dimaksud Pak AHY itu adalah ke depan kalau Pak Prabowo jadi presiden jangan seperti Pak Jokowi, gitu loh,” jelasnya.

“Jangan tebang pilih penegakan hukum, lapangan pekerjaan sulit, ekonomi tidak tumbuh, ekonomi tidak seperti yang diharapkan. Sudah jelas di situ bahwa Presiden RI yang dimaksud Pak AHY, Prabowo Subianto, bukan Pak Jokowi,” imbuh Riza.

Diberitakan sebelumnya, dalam pidato politiknya AHY meminta presiden terpilih dalam Pemilu 2019 nanti bisa menjalankan program pro-rakyat era SBY. Namun, AHY memang tidak menyebut Prabowo sebagai Presiden RI mendatang.

“Khusus untuk membantu masyarakat miskin dan kurang mampu, Presiden mendatang disarankan menjalankan kebijakan dan program khusus untuk melindungi dan meningkatkan kelayakan hidup kaum miskin. Dengan segala kerendahan hati, Partai Demokrat menyarankan program-program pro-rakyat era SBY dapat dilanjutkan dan ditingkatkan, apa pun namanya,” kata AHY di Djakarta Theater, Jakarta Pusat. (wal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: