Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Air Mulai Sulit, Petani Bawang Merah Brebes Terancam Rugi Besar

Air Mulai Sulit, Petani Bawang Merah Brebes Terancam Rugi Besar

Istimewa

Sketsanews.com, Larangan – Petani di Kabupaten Brebes mulai merasakan dampak musim kemarau. Mereka kesulitan memperoleh air untuk mengairi sawah yang mengalami kekeringan sehingga terancam merugi.

Salah satu petani bawang merah di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Syarip (35) mengatakan, kekeringan sudah terjadi sejak memasuki Agustus. “Sawah-sawah irigasi sudah kering total sekarang,” katanya, kemarin.Agar tanaman bawangnya tidak mati karena kekurangan air, Syarip harus mengandalkan pompa air untuk mengairi sawahnya. Biaya yang dikeluarkan selama masa tanam pun membengkak karena harus membeli bensin.

Pompa air tersebut membutuhkan 10 liter bensin untuk mengairi sawah seluas seperempat hektare. Jika air yang disedot hanya keluar sedikit, bensin yang harus dibeli bisa bertambah mencapai 20 liter.

“Modalnya nambah karena harus beli bensin banyak. Paling tidak dua kali sehari harus pakai pompa untuk menyedot air,” ungkapnya.

Menurut Syarip, jika tak menggunakan pompa, tanaman bawangnya yang baru berumur 45 hari akan mati. Jika pun tidak mati, kualitasnya jelek saat dipanen, sehingga akan menimbulkan kerugian yang tak sedikit.

Dilansir dari radartegal, “Mudah-mudahan setelah panen nanti, harga bawang merah juga tidak anjlok. Kalau anjlok ya bisa tambah rugi banyak,” imbuhnya.

(Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: