Aksi Demonstrasi Di DPRD NTB

demo-dprd-ntb-hernawardi

Sketsanews.com – Belasan mahasiswa dari dua organisasi yang berbeda menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD NTB pada Kamis (27/10).

Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Mataram menggelar aksi terkait peringatan hari Sumpah Pemuda yang dirayakan setiap tanggal 28 Oktober secara nasional, mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Rakyat untuk Transparansi (Deras).

Deras NTB menyoroti mangkraknya sejumlah proyek di SKPD Pemprov yakni, Dishubkominfo yang diduga telah merugikan dana rakyat mencapai belasan miliar, namun belum juga disentuh oleh Kejati dan Polda NTB. Salah satunya, proyek pembangunan Terminal Haji di Bandara Internasional Lombok (BIL) mencapai Rp 15 miliar yang terindikasi mangkrak.

Sementara itu aksi HMI MPO terlihat sempat massa aksi terlibat aksi saling dorong dengan polisi yang berjaga di depan gedung DPRD NTB. Mahasiswa mengaku kesal, lantaran tidak bisa bertemu dengan para anggota dewan. “Pak Polisi, kami datang berjuang menyuarakan suara rakyat. Wajar jika kami menemui wakil kami. Tolong jangan halang-halangi kami masuk ke rumah rakyat ini,” tegas Korlap HMI MPO Cabang Mataram, Fahmi, dalam orasinya.

Setelah selama 10 menit terlibat aksi saling dorong, akhirnya polisi memukul mundur pasukan dan membiarkan massa berdemontrasi di halaman depan DPRD NTB. Massa terus berorasi dan membentangkan bendera di halaman depan gedung DPRD, massa juga membawa poster tuntutan terkait penilaian satu tahun Jokowi. ‘Pak Jokowi Istighfar’ ‘Katanya Nawa Cita Nyatanya Duka Cita’ dan ‘Cukong Tertawa Pribumi Merana’ tulis poster demonstran.

Dalam orasinya demonstran menilai pemerintahan Jokowi sangatlah tidak memuaskan. “Bahwa kami menolak pelemahan negara yang disebabkan oleh skema politik luar negeri, politik dalam negeri yang koruptif serta kebijakan nasional yang tidak membela kepentingan rakyat Indonesia,” ujar Fahmi lantang.

Menurutnya mahasiswa saat ini sudah seharusnya mempresentasikan nilai-nilai dari sumpah pemuda itu sendiri. “Jika dulu Bung Karno pernah bilang beri aku 10 pemuda maka akan ku guncangkan dunia, disaat banyak pemuda Indonesia masih buta huruf. Sekarang Indonesia mempunyai banyak pemuda yang pintar dibandingkan saat zaman Bung Karno, seharusnya bisa memberikan kontribusi positif lebih dari pemuda Indonesia yang dulu kita harus bangun bangsa ini,” tandas Fahmi lantang.

Sementara itu, Korlap Deras NTB, Furqon mendesak aparat penegak hukum untuk secepatnya mengusut dugaan tindak pindana korupsi pada proyek di Dishubkominfo NTB mulai proyek Terminal Haji di BIL, proyek Intelegence Transport System (ITS) yang hingga kini mangkrak dan tidak berjalan. “Sudah puluhan miliar uang rakyat yang dibegal oknum di Dishubkominfo. Tolong itu diseriusi penyelidikannya dengan memanggil Kadis beserta jajarannya,” ujar Furqon.

(ab/gatra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: