Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Internasional, News Amerika Serikat Siap Berunding dengan Taliban

Amerika Serikat Siap Berunding dengan Taliban

Sejumlah tentara Amerika Serikat berjaga-jaga dilokasi terjadinya bom bunuh diri di Kabul, Afganistan, 5 Januari 2015. REUTERS/Omar Sobhani

Sketsanews.com, Kabul – Amerika Serikat siap menggelar pembicaraan langsung dengan Taliban untuk mendorong perundingan antara kelompok militan dan pemerintah Afganistan demi mengakhiri perang 17 tahun.

Pernyataan ini menandai pergeseran strategi oleh Donald Trump, yang sebelumnya hanya bersedia ikut dalam diskusi dengan Taliban jika pembicaraan juga melibatkan pemerintah Afganistan. Pejabat AS mengatakan pada Senin 16 Juli, seperti dilaporkan Associated Press, 17 Juli 2018, bahwa perundingan antara Afghanistan dengan Afghanistan tetap menjadi tujuan utama dari setiap keterlibatan dengan militan.

Taliban telah lama menolak pembicaraan langsung dengan pemerintah Afganistan, sebaliknya menuntut untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Para militan telah bertahan dengan sikap ini meskipun perpanjangan aliansi Presiden Afganistan, Ashraf Ghani, dari gencatan senjata bulan lalu dengan harapan mendorong para militan untuk datang ke meja perundingan. Dengan Taliban terus melakukan serangan mematikan, Ghani memerintahkan pasukan pemerintah untuk melanjutkan operasi militer bulan ini.

Anggota Taliban membawa senjata sembari mengendarai sepeda motor di Nangarhar untuk merayakan gencatan senjata di timur Kabul, Afganistan, Sabtu, 16 Juni 2018. Taliban memasuki Kabul melalui gerbang di selatan dan tenggara. REUTERS

Sohail Shahin, juru bicara kantor politik Taliban di Qatar, mengatakan dia masih menunggu konfirmasi resmi tetapi menyambut pendekatan baru yang dilakukan AS ini.

“Ini yang kami inginkan dan sedang menunggu, untuk duduk bersama AS secara langsung dan membahas penarikan pasukan asing dari Afganistan,” kata Shahin, seperti yang dikutip dari Tempo.

Dia mengatakan bahwa sebagai langkah pertama, dia berharap agar pemimpin Taliban dikeluarkan dari daftar hitam PBB agar dapat melakukan perjalanan ke luar negeri. Dia juga mengatakan pasukan asing di Afganistan akan menjadi masalah besar dan menuntut penarikan pasukan asing.

Para pejabat AS mengatakan bahwa Trump kehilangan kesabaran karena kurangnya perkembangan di Afganistan, di mana Taliban menguasai sebagian besar negara itu meskipun kampanye serangan udara yang agresif dikerahkan sejak tahun lalu.

Gerilyawan telah menolak pembicaraan dengan pemerintah Presiden Ashraf Ghani, yang mereka anggap tidak sah dan malah bersikeras bahwa mereka hanya akan berbicara dengan Amerika Serikat.

Pompeo mengatakan proses perdamaian secara keseluruhan harus dipimpin Afganistan, AS siap untuk bergabung dalam pembicaraan, dan menggeser strategi sebelumnya bahwa hanya pemerintah Ghani yang memiliki legitimasi untuk berbicara dengan Taliban.

Dia juga mengatakan Amerika Serikat bersedia untuk membahas posisi pasukan internasional di Afganistan, yang dituntut Taliban harus pergi sebagai syarat untuk negosiasi.
(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: