Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Pendidikan Anak-anak Korban Gempa Lombok Sekolah di Lahan Persawahan

Anak-anak Korban Gempa Lombok Sekolah di Lahan Persawahan

Anak-anak SD 3 Gondang, Karang Bedil, Gangga, Lombok Utara yang menjadi korban gempa lombok jalani sekolah darurat di areal persawahan, Rabu, 12/9/2018. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Lombok – Ratusan anak-anak SD 3 Gondang, Karang Bedil, Gangga, Lombok Utara, mengikuti proses kegiatan pembelajaran di sekolah darurat Gondang, Rabu, 12/9/2018.

Ratusan anak-anak korban gempa Lombok itu mengikuti sekolah darurat di pengungsian Huntara.

Semula, Lahan yang digunakan untuk sekolah darurat itu adalah areal persawahan di wilayah Karang Bedil Lombok Utara. Setelah datangnya relawan, maka lahan tersebut dipergunakan sebagai hunian sementara dan sekolah darurat yang hanya beralaskan terpal.

Tessy, Guru SD Gondang 3, menuturkan, bahwa sejak Terjadinya Gempa, dari seluruh siswa sudah ada dua siswa yang mengundurkan diri dari SD Gondang 3. Sementara itu siswa lainnya menjalani pendidikan di sekolah darurat Huntara Gondang.

“Sudah lama, sejak Gempa itu awal Agustus lalu, kita jalani sekolah di pengungsian ini”, terang Tessy saat ditemui Sketsanews.com, Rabu, 12/9/2018.

Dijelaskan, bahwa sebanyak 315 siswa dari SD Gondang 3 itu menjalani sekolah darurat hanya sebagai sarana untuk berkumpul saja.

Ditanya soal materi pembelajaran, ia mengaku tidak bisa memberikan materi pembelajaran, dikarenakan tidak adanya sarana dan prasarana serta pengkondisian siswa yang diluar ketentuan. Selain itu, berdasarkan keputusan pemerintah, masa belajar diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan.

“Sampai saat ini belum ada kabar lagi, karena sejak terjadinya gempa awal Agustus lalu, semua sekolah diliburkan hingga batas waktu yang belum ditentukan”, ucapnya.

Terkait soal Ujian Tengah Semester dam materi pembelajaran lainnya, pihaknya hanya menunggu keputusan dari pemerintah

Tessy berharap, meski dengan kondisi sekolah darurat di pengungsian, kondisi anak tetap baik-baik saja. “Kami berharap semua anak-anak menjadi lebih baik lagi meski dengan kondisi yang saat ini masih sangat butuh perhatian dari semua pihak”, pungkas Tessy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: