Anak Bunuh Ayah Kandung Lantaran Uang yang Diberikan Tak Cukup Untuk Biaya Menikah

Foto: istimewa

Foto: istimewa

Sketsanews.com, Semarang – Kecewa lantaran tidak sesuai dengan uang yang diterima, seorang anak kalap dan nekat menganiaya ayah kandungnya sendiri untuk dapat diakses ajal. Mengajak anak harus meminta bantuan pihak kepolisian Resor (Polres) Semarang untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.

Hal ini terungkap dalam paparan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Jamsin (28) terhadap ayah kandungnya sendiri, Slamet (52). Mewakili warga RT 01 / RW 02 Desa Penawangan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Ekspos digelar di Mapolres Semarang, Jumat (5/4).

Kasatreskrim Polres Semarang, AKP David Widya Dwi Hapsoro SH SIK mengatakan, peristiwa pembunuhan yang dilakukan anak terhadap ayah kandungnya sendiri ini terjadi pada Ahad (31/3) lalu. Namun tak lama kemudian, tersangka diringkus oleh jajaran Resmob Polrestabes Semarang tanpa kompetisi.

Berdasarkan pengakuan tersangka kepada polisi, peristiwa penundaan ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan tersangka Jamsin terhadap ayah kandungnya -Slamet– yang tidak mau membelanjakan keinginannya untuk menikah. Harapan tersangka untuk menikah ini pernah diajukan kepada ayah kandungnya pada sekitar Agustus tahun lalu.

Tersangka mengaku kesal, karena harus mengorbankan Slamet –saat itu— tidak menggubris permintaan ini dan menantang menjawab agar tersangka mencari biaya sendiri untuk menikah. “Rupanya jawaban dari sang ayah ini membuat tersangka dendam, hingga akhir bulan lalu nekad menganiaya orang tuanya hingga meninggal dunia,” jelasnya, seperti yang dikutip dari Republika.

Pada saat kejadian, lanjut David, tersangka mengaku dalam pengaruh minuman keras. Saat itu pula ia kembali meminta terimakasih perihal permintaan biaya menikah yang diminta kesal.

Tanpa berpikir panjang, tersangka lalu mengambil balok kayu jati sepanjang 80 sentimeter yang biasa digunakan untuk mengganjal pintu rumah dan menghampiri perjalanan yang sedang tertidur pulas. “Tersangka lalu memukulkan balok kayu tersebut di atas kepala sebanyak tiga kali, sampai meninggal dunia,” tambah Kasatreskrim.

Sementara itu, Jamsin terselesaikan yang meminta kebebasan, meminta izin untuk menerima, saat ia meminta uang untuk biayai, gadis pujaan memenangkan.

Di Lain parties, PADA Sebuah Acara hajatan, besarbesaran PERNAH Melihat hal ayahnya tersebut menghamburkan uangnya untuk review nyawer Penyanyi. “Saat ini saya memang kesal dan kecewa, karena bapak tidak mau memenuhi permintaan saya, tetapi untuk nyawer Penyanyi dia can,” ungkapnya, di Mapolres Semarang.

Kini, Jamsin hanya bisa menyesali tindakannya dari dalam tahanan Mapolres Semarang. Ia harus memulai dengan penegakan hukum dan mengajukan jeratan.

Kasatreskrim Polres Semarang menambahkan, ada dua artikel yang akan menjerat Jamsin tersangka. Yakni Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 44 Ayat (3) juncto Pasal 5 huruf (a) Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Ancaman hukumannya bisa lebih dari 15 tahun penjara, karena antara korban –dari tindak pembunuhan ini– masih ada hubungan pertalian keluarga dengan tersangka. “Hubungan Yakni antara anak dengan ayah kandung,” tandas AKP David Widya Dwi Hapsoro. (Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: