Anak Ini Donorkan Sel Hati untuk Ibu yang Mengidap Hepatitis

Gangguan autoimun mengharuskan seorang ibu untuk transplantasi hati (Foto: iStock)

Gangguan autoimun mengharuskan seorang ibu untuk transplantasi hati (Foto: iStock)

Sketsanews.com, Jakarta – Seorang ibu yang menderita autoimmune hepatitis mendapat donor sel hati dari anaknya. Penyakit ini menyebabkan sistem imun sang ibu Gwen Finlayson menyerang sel liver yang sehat. Kondisi Gwen hanya bisa ditangani dengan transplantasi hati, yang sayangnya tak segera menemukan donor yang cocok.

Dokter kemudian menemukan donor yang tepat pada Brandon, salah satu dari 4 anak Gwen. Brandon segera setuju namun Gwen tidak sepakat karena khawatir kondisi anaknya setelah donor. Gwen khawatir Brandon tak lagi mampu menafkahi keluarganya dengan 5 orang anak.

“Ibu menolak usulan dokter bahkan tidak mau membicarakannya. Perlu waktu beberapa hari hingga ibu mau mempertimbangkan usulan dokter. Kami juga perlu beberapa kali meyakinkan ibu terkait risiko dan keamanan operasi,” kata Brandon yang kini berusia 37 tahun dikutip dari CNN.

Brandon dan Gwen akhirnya menjalani operasi pada Februari 2019 di Utah. Tim dokter terlebih dulu melakukan scan dan membuat replika hati Brandon. Tim kemudian mencoba mempraktikkan tindakan operasi yang tepat untuk meminimalkan luka dan mempercepat kesembuhan donor serta resipien.

“Biasanya kami mengambil sel hati bagian kanan hingga 60 persen dari donor yang diberikan pada pasien. Namun dalam kasus ini kami mengambil sel hati bagian kiri. Dengan teknologi yang ada kami bisa memperkirakan teknik yang tepat sehingga lebih aman bagi pasien,” kata Dr Manuel Rodriguez Davalos yang menangani operasi tersebut.

Menurut Dr Manuel, operasi berjalan sukses dan Brandon serta Gwen saat ini sedang dalam masa penyembuhan. Sel hati Brandon dan Gwen akan regenerasi hingga 90 persen dan menjadi ukuran normal dalam beberapa bulan. Dokter berharap seluruh proses pemulihan berjalan baik.

Gwen yang kini berusia 63 tahun berterima kasih pada Brandon atas tindakannya. Saat ini Gwen merasa lebih sehat dan bisa berjalan hingga 8 kilometer per hari. Gwen berharap bisa melakukan lebih banyak hal, menikmati hidup, dan merasa optimis setiap hari.

“Saya sangat berterima kasih karena Brandon mau mempertaruhkan hidupnya demi orang lain. Tak harus ibunya, tindakan berisiko ini mungkin bisa dia lakukan pada orang lain. Saya tidak bisa menjelaskan dengan tepat perasaan saya sekarang. Yang jelas bagi saya, donor adalah penjelasan tepat arti pahlawan,” ujar Gwen. (Ad)

Sumber: Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: