Sketsa News
Home Analisis, Berita Terkini, Citizen-Jurnalism Mengintip Saracen dari Drone Emprit

Mengintip Saracen dari Drone Emprit

Sketsanews.com – The term Saraceni might be derived from the Semitic triliteral root srq “to steal, rob, plunder”, and perhaps more specifically from the noun sāriq (Arabic: سارق), pl. sariqīn (سارقين), which means “thief, marauder, plunderer”. Other possible Semitic roots are šrq “east” and šrkt “tribe, confederation”. [Wikipedia]

Pinter juga ini yang mencari nama buat sindikat penyebar sara. Nama Saracen ternyata punya sejarah panjang, sejak jaman pertengahan.

All right, apa yang ditangkap Drone Emprit terkait pemberitaan dan percakapan tentang Saracen ini?

Pertama kali berita ini muncul di media online pada tanggal 23 Agustus siang, dan bersamaan dengan itu, akun Multimedia Polri membuat Twit, “Satgas Patroli Siber Tangkap Grup Saracen #BravoPolri #KamiHumasPolri#divisihumaspolri #cybercrime“.

Karena pengumuman disampaikan lewat konferensi pers, media online adalah yang pertama kali menyambut dengan berita-berita hangat seputar penangkapan ini. Baru kira-kira 3 jam kemudian percakapan di Twitter mulai trending.

Akun @budimansudjatmiko membuat seri twit, dan salah satu yang palign banyak mendapat retweet berbunyi, “Orang2 yg secara ideologis berjarak dr @jokowi tdk komentar apa2 ttg terungkapnya Group Saracen ini. Ada rasa malu atau solidaritas dgn mrk?”

Apakah benar sambutan penangkapan ini hanya dilakukan oleh mereka yang secara ideologis dekat atau tidak berjarak dengan @jokowi?

Dari peta SNA, kita lihat ada dua cluster besar. Yang terbesar adalah cluster yang terdiri dari akun lembaga pemerintah seperti @DivHumasPolri dan @Puspen_TNI, yang mendapat banyak dukungan retweet dan status dari akun-akun seperti @PartaiSocmed, @digembok, dkk.

Beberapa akun seperti @krehzyi yagn berada dalam cluster ini, menyampaikan dugaan siapa saja yang berada di balik sindikat ini. Misalnya dia bilang, “Saracen ada kaitan dengan tabloid obor rakyat. terutama penyandang dananya. sangat jelas jaringan ini berafiliasi dgn oposisi anti jokowi.”

Sementara itu, cluster sebelahnya terdiri dari akun-akun terkenal seperti @Ronin1948, @andiarief__, @maspiyuuu, @TerorisSocmed, dkk, yang selama ini tampak berjarak dari @jokowi secara ideologis. Kalau dilihat dari status mereka, akun @andiarief__ termasuk yang mendukung penangkapan ini dengan statusnya, “(kalau ini perlu dihajar) -iSindikat Saracen Dibayar Puluhan Juta untuk Sebarkan Isu SARA.” Bahkan @bambangelf mendorong agar siapa saja clientnya supaya diungkap. Akun @maspiyuuu menyentil akun penyebar sara lain dari mereka yang pro pemerintah kemungkinan bagian dari sindikat Saracen.

Ada juga yang mempertanyakan, kenapa nama sindikat ini baru diumumkan sekarang, padahal salah satu tersangka sudah beberapa bulan sebelumnya ditangkap.

Jadi tidak benar apa yang dibilang akun @budimansudjatmiko di atas. Bahkan dalam cluster yang secara ideologis berjarak dari pemerintah, komentarnya mixed antara mendukung dan menyindir.

Twit Divisi Humas Polri dengan jelas tampak mendapat apresiasi dari warganet. Hashtag #BravoPolri yang diangkat tim Multimedia Polri termasuk yang paling mendapat banyak mention.

So, apa kesimpulannya?

Semua sindikat dan kelompok penyebar sara, propaganda, fitnah, dan adu domba harus dibongkar semua. Ada supply, ada demand.

Ini jadi pelajaran buat masyarakat, agar tidak mudah membeli isu-isu dari kelompok manapun yang isinya cenderung membangun kebencian dan fitnah. Namun bukan berarti alergi terhadap kritik. Kritik tetap diperlukan dan harus dijamin haknya, agar pemerintah on the track. Tapi fitnah itu lain cerita. Harus dibabat habis.

FB. Ismail Fahmi

(in)

%d blogger menyukai ini: