Sketsa News
 
Home Citizen-Jurnalism Ancaman Akan Membunuh, Memasung, Membakar, Dan Melepaskan Kepala Presiden Adalah Teror

Ancaman Akan Membunuh, Memasung, Membakar, Dan Melepaskan Kepala Presiden Adalah Teror

Sketsanews.com – Viral Bocah yang terang-terangan akan menghabisi presiden Joko Widodo menuai kegaduhan baru. Pelakunya yang masih pelajar SMU Eksklusif di Puri Indah Jakarta Barat dari keluarga intelek, mengaku lucu-lucuan terasa sangat keterlaluan.

Coba telaah apa yg terjadi:

1. Kemarin rakyat ramai menyaksikan berita ada anak dan remaja menjadi pembawa bom. Kini ada video remaja yang viral mengatakan akan menghabisi Presiden.

Keduanya adalah sama-sama PELAKU TEROR yang harus diusut sampai tuntas.

2. Membuat video ancaman yang MEMBAHAYAKAN PEMIMPIN NEGARA dan menyebarkannya bukan perbuatan lucu-lucuan. Itu jelas bibit-bibit perbuatan RADIKAL. Apalagi jika pelaku adalah anak dari keluarga intelek yang Melek Hukum, pelajar dari sebuah SMU Eksklusif di Puri Indah Jakarta Barat, dan paham mengoperasikan sosial media serta akibatnya.

Terlebih polisi mengatakan bahwa yang bersangkutan melakukan perbuatan di hadapan teman-temannya. Siapa teman-teman yang membiarkan perilaku radikal tersebut? Aparat harus bekerja mengungkap motif pelaku yang sebenarnya.

2. Tahun lalu seorang pelajar SMK di Medan mengunggah foto di Fb yang memperlihatkan pelecehan dan kebencian kepada pak Jokowi. Foto Kepala Negara diinjak, tapi ia tidak sampai mengancam akan membunuh apalagi membakar rumah Presiden. Dan Kepolisian telah bertindak TEGAS dan BENAR dengan memproses kasusnya ke pengadilan. Pelaku dihukum 1,5 tahun.

4. MFB, pelajar yg menghina Presiden di Medan menyatakan MENYESAL, tapi itu tidak mempengaruhi proses hukum yang bersangkutan.
Remaja penebar teror pembunuhan kepada Presiden di Jakarta juga menyatakan menyesal, apakah aparat akan bertindak sama dengan ketika menangani kasus di Medan?

5. Abdurrahman Balatif, orang tua pelaku penghinaan kepada Presiden di Medan MUNCUL di ruang publik. Melalui media ia menyatakan permohonan maaf dan menerima vonis hukum yang jatuh kepada anaknya.

Bagaimana dengan orang tua remaja berinisial S di Jakarta, yg oleh sebuah akun di medsos diungkapkan berinisial RJT? Apakah Heri Sukanto Tjahja atau Lisa Mariana sebagai orang tua pelaku juga akan meminta maaf secara terbuka lewat media?

6. Yang paling mengganggu adalah perkataan KACUNG yang ditudingkan remaja RJT kepada pak Jokowi. Dalam terminologi bahasa anak-anak milenial jaman now istilah KACUNG sudah jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, jikapun mereka mendengar diksi tersebut biasanya adalah dari orang-orang yang lebih tua.

Perlu diketahui apa maksud sebenarnya dari tudingan KACUNG oleh RJT kepada Presiden Jokowi tersebut? Kata-kata Kacung tidak dialamatkan ke ‘bangsa kacung atau golongan kacung’ seperti sudah lebih umum digunakan oleh orang-orang, tapi ia menunjuk kepada Presiden sebagai: “Kacung gua.”. Darimana dia mengenal istilah yg biasanya berkonotasi negatif dan bertujuan merendahkan tsb?

✔ SEMOGA HUKUM BERLAKU ADIL DI NEGERI INI. TIDAK TEBANG PILIH, TIDAK TEBANG ETNIS, TIDAK TEBANG STATUS DAN KEKAYAAN.

Semoga Pemerintah dan Rakyat juga menjadi sadar:

  • Bahwa perilaku RADIKAL, TEROR, ideologi menyimpang yangg INTOLERAN, bisa berasal dari ETNIS, AGAMA DAN GOLONGAN masyarakat mana saja.
  • Bahwa Teror bisa berasal dari rumah mewah, rumah kontrakan, maupun dilakukan oleh mereka yg berstatus sebagai pekerja hukum sekalipun.
  • BAHWA TEROR BISA DILAKUKAN OLEH MEREKA YANG BERCADAR MAUPUN YANG BERTELANJANG DADA.

FB. Agi Betha

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: