Ancaman Terorisme di Asian Games, Salah satunya Jamaah Islamiyah

 

Sketsanews.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian mengatakan, Asian Games merupakan event olahraga terbesar setelah Olimpiade. Karena itu perlu dibuat posko bersama (Command Center).

Hal ini disampaikan Kapolri saat memberikan arahan bersama Panglima TNI dalam rangka Pengamanan Asian Games 2018 di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya (BPMJ), Senin 30 Juli 2018.

Menurut Kapolri, kerawanan yang paling utama ada Terorisme, karena itu harus dilakukan adalah strategi Proaktif untuk melakukan pemburuan. “242 (21 MD) Pelaku Sudah ditangkap setelah Bom Surabaya,” kata Kapolri.

Kejahatan Konvensional, menurutnya, tidak boleh terjadi lagi. Karena selama 1 bulan terakhir sudah dilakukan cipta kondisi. sudah hampir 2000 dan 700 yang ditahan di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya, Polda Jabar, Polda Banten dan Polda Sumsel.

Kejahatan Cyber Crime agar berkoordinasi dengan Inasgoc. Lalu Lintas agar fokus diserahkan dengan Kakorlantas. Karhutla agar dikoordinasikan betul agar ada penegakan Hukum. Karena faktor utamanya dibakar.

“Hubungan Internasional kita manfaatkan jaringan Intelejen Mereka. Hubunter dan BIK dan Asops Kapolri Asops TNI dan BIN untuk duduk bersama dengan officer dari luar negeri terkait pengamanan Asian Games. Agar mempunyai Perkumpulan Intelejen Internasional terkait Asian Games. Atensi khusus, Myanmar, Syiria, Qatar, Jordan, Filifina, Iran dan Irak, Korea Utara. Agar ada pengawalan khusus untuk negara yang diatensi,” kata Tito.

Karena itu kata Kapolri, perlu melaksanakan cek Lapangan. matangkan lagi Renops ditingkat pusat dan daerah. 40.000 pers yang terlibat langsung, dan ada juga anggota yang standby.

“Ada 615 CCTV yang tergelar. Di Polda Metro Jaya ada Command Centar yang besar, agar TNI bergabung ditempat tersebut,” kata jenderal bintang empat ini.

Posko PAM bersama harus ada disetiap titik titik Pam. Upacara dan pembukaan harus aman, merupakan moment terpenting. Dan juga arahkan anggota yang bisa berbahasa Inggris.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum INASGOC Letjen TNI (Purn.) Syafrie Syamsuddin menjelaskan bahwa Multi Event Asian Games ini dilaksanakan yang ke-18, dan untuk Indonesia yang kedua sebagai tuan rumah.

“Sebagai tuan rumah yang baik, Inasgoc perlu kerja sama dari TNI maupun Polri dan Instansi terkait untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh tamu yang akan datang ke Indonesia,” kata mantan Panglima Kodam Jaya ini.

Ketua Umum INAPGOC Raja Sapta Oktohari. memaparkan ada 15.000 atlet dan official Para Asian Games yang hadir di Indonesia. “Terimakasih atas dukungan bapak. Semoga kita bisa menunjukan kepada Dunia, Kita bisa menjadi tuan rumah Para Games yang baik,” katanya.

Selanjutnya acara dilakukan dengan paparan diantaranya Asops Kapolri yang menyebutkan, Indonesia menjadi tuan rumah Ke-18 atau kedua di event Asian Games.

Menurutnya kegiatan ini dilaksanakan 18 Agustus- 2 September 2018 dan diikuti 17.145 orang atlet dan Official. Presiden Cina diwakili Menko, Pangeran Bahrain, Pangeran Arab Saudi, dan Putra Emir Kuwait tamu VIP yang dipastikan hadir. Antisipasi Ancaman yang harus dilakukan diantaranya Aksi Teror dan Sabotase, Kejahatan Konvensional, Kemacetan Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas, Penembak Gelap, Aksi Unjuk Massa, Intimidasi terhadap atlet, Serangan Cyber Crime, dan Bencana Asap Karhutla (Sumsel).

Sasaran pengamanan, Venue pertandingan, Venue Non Pertandingan (Bandara, Hotel, Mall, Lokasi Wisata dll), Manjemen Lalu Lintas. Jumlah Personel yang dilibatkan keseluruhan 37.853 Pers, dengan dibagi Polri 27.947 Pers, TNI 5.838 Pers, dan Pemda 3.798 Pers.

Pangdam Jaya, Mayjen TNI Joni Suprijanto mengatakan, melaksanakan Koops Pam VVIP dari 1 Agustus- 4 September 2018. Jumlah Pers 3284 bisa bertambah. dilaksanakan Patroli Malam, Pengamanan Bandara.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Drs. Idham Azis, M.Si mengatakan, Polda Metro Jaya sudah melaksanakan pengaman dari bulan Mei 2018. Operasi Cipta Kondisi, Kejahatan Jalan 4541 Penangkapan, Teror 40 Penangkapan, dan Rekayasa Lalu Lintas. Polda Metro Jaya 15.740 Personel untuk pengamanan.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Drs. Zulkarnain. Jepang 2 kali dan kedutaan Jepang mengunjungi Palembang. 10 Cabang Olahraga dan 13 Pertandingan perharinya. Dijaga 1×24 Jam.

Potensi Gangguan, Aksi Teror, Kejahatan Jalanan, Kemacetan Lalu Lintas, Sabotase, Karhutlah, Ambush Marketing.

Paparan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si. ada 5 Cabang Olahraga yang dipertandingkan. untuk Id Card agar Inasgoc dapat membagikan, Bantuan Dron dan Tenda.

Paparan Kapolda Banten Brigjen Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Antisipasi Teror sangat penting. Ada 6 cabang Olahraga yang dipertandingkan

Menurut Kadensus 88 Anti Teror Irjen. Pol. Drs. H. M. Syafii, S.H. kurun waktu 8 Mei sampai 28 Juli 2018 Total 242 Orang diamankan, Paling banyk di Jakarta dan Palembang. Jaringan besar yang diwaspadai, Jamaah Islamiyah, Jamaah Anshorut Daulah, Jamaah Anshorul Khilafah, Jamaah Ansharut Syariah, dan Mujahidin Indonesia Timur. Prediksi ancaman, Mulai dari perekrutan Volunteer rawan penyusup, Negara-negara Koalisi seperti Suriah, Iran dan Irak. Maraknya seruan dan Propaganda di Sosial Media. Makanan yang dikonsumsi para atlet dan kantin-kantin.

Arahan Panglima TNI

Dalam arahannya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP mengatakan, Asian Games 2018 harus sukses karena harga diri Bangsa.

Ini beberapa paparan sudah menunjukan kesiapan kita untuk Pengamanan Asian Games, ancaman terorisme, spionase, sabotase makanan, bandara.

Panglima mengingatkan, antisipasi bencana kebakaran hutan. “Asap tidak akan mengganggu pelaksanaan Asian Games,” katanya. 

(Wis/Kabarpolisi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: