Anggotanya Tertangkap OTT, Pimpinan DPR Salahkan Ongkos Nyaleg Mahal

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto (Dok. JawaPos.com)

Sketsanews.com, Jakarta – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) kembali terulang. Kali ini, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih terjaring tim penindakan lembaga anti rasuah setelah diduga menerima suap rencana proyek PLTU di Provinsi Riau.

Menanggapi penangkapan Eni, Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto ikut menyayangkan penangkapan tersebut. Apalagi, penangkapan itu dilakukan menjelang masa jabatannya akan berakhir.

Ia menyebut, ongkos nyaleg yang mahal menjadi salah satu faktor para politisi masih kerap bolak balik menjadi pasien KPK.

“Kami dari pimpinan DPR dan anggota DPR sangat prihatin masih ada juga anggota DPR yang terkena OTT KPK,” ucap Agus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/7).

Politisi partai Demokrat itu menyebut, biaya saksi TPS yang dibiayai oleh negara dapat solusi untuk menekan penangkapan OTT. Pasalnya, saat ini biaya saksi pemilu dirasakannya semakin memberatkan.

“Saksi itu sangat besar biayanya. Apabila itu ditanggung oleh negara itu jauh lebih baik,” jelasnya.

Di sisi lain, Agus menuturkan, dirinya selaku pimpinan DPR RI sudah merasa tak perlu mengeluarkan ultimatum kepada para anggota DPR RI yang lain untuk tidak melakukan praktek haram tersebut. Ia pun yakin para anggota dewan lainnya tidak melakukan hal tersebut.

Dikutip dari JawaPos, “Sehingga kami yakini bagi anggota dewan yang lain, tentunya pasti berfikiran yang terbaik, pasti tidak mungkin melakukan hal-hal seperti itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyatakan, kasus yang menyeret Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih berdasarkan temuan tim penyidik merupakan kasus yang sangat besar. Sebab anggaran proyek pembangunan PLTU Riau-1 masuk dalam rencana 16 proyek listrik sebesar 35 ribu mega watt dengan nilai anggaran sekitar Rp 21 triliun. (Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: