Angkutan Barang yang Beroperasi di Puncak Arus Mudik Akan “Dikandangkan”

Ilustrasi angkutan barang (Foto: Okezone)

Ilustrasi angkutan barang (Foto: Okezone)

Sketsanews.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengancam bakal mengandangkan transportasi angkutan barang yang beroperasi pada 8 hingga 9 Juni yang bertepatan pada puncak arus mudik.

“Dipinggirkan, dikantongkan. Istilahnya minimal, diparkirkan dengan tertiblah,” kata Direktur Angkutan dan Multi Moda, Ditjen Perhubungan Darat, Cucu Mulyana di Gedung Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, seperti yang dikutip dari Okezone, Selasa (5/6/2018).

Oleh karena itu, Kemenhub meminta agar menjadi perhatian seluruh operator angkutan barang untuk tidak beroperasi

“Maka, kita harus mengantisipasi, oleh karena itu Kemenhub dalam hal ini pemerintah mengimbau kepada seluruh operator angkutan barang untuk tidak beroperasi di tanggal 8 dan 9 tersebut. Kalau misalkan dalam keadaan terpaksa operator beroperasi dan pada saat itu terjadi kemacetan tentu kepolisian akan melakukan diskresi (kandangkan),” lanjutnya.

Ilustrasi mudik

Penindakan yang dilakukan oleh polisi dimaksudkan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di perlintasan Mudik

“Kepolisian melakukan pengaturan supaya lalu lintas tetap lancar. Itu hal pokok yang kami sampaikan. Kami setelah ini langsung berkoordinasi baik dengan Kadin maupun dengan transporter operator angkutan barang,” ucapnya.

Jika para operator angkutan barang mengabaikan imbauannya, maka dipastikan semua akan mendapat kerugian, baik para pemudik maupun para operator angkutan barang.

“Apabila itu terjadi, prediksi hasil survei itu terjadi puncak tanggal 8 dan 9, tentu semua akan dirugikan, angkutan barang itu juga akan lama sampai di jalan, Sekali lagi kami menguinbau kepada operator angkutan barang untuk tidak beroperasi tanggal 8 dan 9 Juni,” tutupnya.

(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: