Angkutan Logistik Wajib Pasang Stiker Bercahaya

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mewajibkan semua angkutan logistik yang lewat di jalan tol untuk memasang stiker pemantul cahaya. Pemasangan stiker cahaya tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas keselamatan di jalan tol. Aturan soal kewajiban memasang stiker pemantul cahaya tersebut kini sedang dibahas di Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat, Kemenhub.

Direktur Prasarana Ditjen Perhubungan Darat Risal Wasal mengatakan, rencana pemasangan stiker tersebut selanjutnya akan dievaluasi oleh tim kelompok kerja (pokja) yang di dalamnya terdapat unsur kepolisian dan stakeholder lain.

”Tim pokja ini segera kita bentuk dan akan mulai bekerja untuk selanjutnya akan kami evaluasi terus pengawasannya. Pemasangan stiker ini dalam rangka mengurangi jumlah kecelakaan di jalan tol,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Data kecelakaan dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Tbk menyebutkan, jumlah kecelakaan di jalan tol pada 2018 tercatat 1.135, sedangkan pada 2017 mencapai 1.070.

Risal menuturkan, selain pemasangan stiker, Ditjen Perhubungan Darat juga akan meminta operator jalan tol menambah close circuit television camera (CCTV) untuk memantau kecepatan kendaraan di beberapa titik rawan kecelakaan.

”Ini kita dorong kepada operator tol, termasuk penambahan ramburambu lalu lintas,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Ahmad Yani mengungkapkan, jumlah kecelakaan di jalan tol beberapa waktu terakhir ini mengalami peningkatan.

”Beberapa waktu lalu kejadian kecelakaan di jalan tol cukup beruntun. Mulai 1 Maret, kemudian 3 Maret ada tiga kecelakaan, 4 Maret ada dua kecelakaan. Atas kejadian itu, maka kami adakan rapat dengan stakeholders dan semua asosiasi terkait,” ungkap Yani.

Yani melanjutkan, dalam rapat itu disepakati ada beberapa hal yang dilengkapi guna meningkatkan keselamatan di jalan tol, salah satunya penambahan speed camera. Speed camera saat ini baru terdapat di Tol Jagorawi yang dikelola Jasa Marga.

Menurut dia, speed camera ini bukan hanya bisa digunakan untuk mengecek kecepatan, juga untuk pengawasan terhadap kendaraan-kendaraan yang kelebihan muatan. ”Dengan adanya speed camera, kendaraan yang kecepatan rendah di bawah batas kecepatan minimal bisa dipastikan itu ODOL (over dimension over load ). Jadi kami berharap selain jembatan timbang, speed camera ini bisa mengurangi ODOL,” pungkas Yani.

Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Semarang Djoko Setijowarno mengatakan, rencana pemerintah mendorong penerapan stiker pemantul cahaya untuk angkutan logistik merupakan langkah positif dalam upaya menekan angka kecelakaan di jalan tol. Namun, penerapannya harus dipantau dan dievaluasi secara berkala.

”Ya, harus dipantau dan dievaluasi setiap saat. Kalau tujuannya untuk menekan angka kecelakaan di jalan tol, harus kita lihat lagi di lapangan, minimal 70% saja angkutan logistik punya stiker pemantul cahaya bisa menekan angka kecelakaan berapa persen. Itu harus kita lihat lagi,” ujarnya, seperti yang di lansir dari okezone.com.

Rencana tersebut, kata dia, juga harus mendapat dukungan operator jalan tol. Artinya, jika kendaraan logistik berstiker belum memberikan pengaruh terhadap angka kecelakaan maka pemerintah harus memikirkan pemberian sanksi.

Penggunaan stiker harus diberikan gratis dan bersifat wajib untuk ditempel di kendaraan logistik. ”Tinggal pengawasannya yang diperlukan bersamasama pihak kepolisian, dalam hal ini Korlantas Polri, BUJT, dan Kemenhub,” pungkasnya.  (Air)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: