Anies Baswedan: Main Sepak Bola “Nyeker” alias Tanpa Sepatu

Foto : istimewa/Tempo

Foto : istimewa/Tempo

Sketsanews.com, Jakarta – Memiliki jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta, tidak membuat Anies Baswedan lupa perannya sebagai ayah. Bapak 4 anak ini pun membagikan pengalamannya saat membelikan anak bungsunya, Ismail Hakim sepatu bola baru. Hal itu dikisahkan Anies, dalam salah satu unggahannya di Instagram.

Anies bercerita, setelah pulang sekolah, Ismail datang ke kantornya. Ia ternyata sudah berjanji untuk mengantar Ismail mencari sepatu sepak bola. “Di usia seperti dia, anak-anak memang berkembang pesat ukuran kakinya. Sepatu jadi sempit,” kata Anies dalam unggahannya pada 23 Maret 2019.

Malam itu, Anies dan Ismail akhirnya mampir ke sebuah toko di Sarinah. Mereka melihat begitu banyaknya model sepatu sepakbola saat ini. Anies pun teringat sepatu bola pertamanya. Sebelum memiliki sepatu bola, Anies selalu main sepak bola “nyeker” alias tanpa sepatu. “Lalu kelas 3 SD saya mau ikut klub sepakbola di lapangan STO di kampus UGM, jadi harus pakai sepatu bola,” katanya.

Anies sudah tanya teman-teman jenis sepatunya dan mau beli di toko, tapi waktu itu kedua orang tua Anies melarang. “Katanya, ‘pesan di Pak Na’man saja. Seperti biasanya’,” katanya.

Anies ikut anjuran mereka. Jadilah sore itu Anies dan ayah ke rumah guru ngaji mereka, K.H. Na’man Zaini. Pak Na’man sehari-hari punya usaha membuat sepatu kulit dan kerajinan tangan. “Sepatu kulit yang kami pakai memang biasa dibuatkan oleh beliau. Kali ini, kaki saya diukur untuk dibuatkan sepatu bola,” katanya.

Seminggu kemudian sepatu bola itu selesai. Anies menerimanya dengan rasa kaget. “Modelnya unik. Tak terduga. Benar-benar khusus: terbuat dari jenis kulit yang amat tebal-keras-kaku, modelnya mirip sepatu pantofel, dan bagian depannya seperti ada benjolan, mirip kulit yang kena cium lebah sekecamatan 🙂 ,” kata Anies

Menurut Anies, sepatu bola baru itu lebih mirip sepatu badut daripada sepatu bola. Ini satu-satunya sepatu bola yang tidak ada pul di bagian bawahnya. Efeknya jelas ketika melangkah jadi super licin, apalagi saat menginjak rumput pagi yang basah. “Sampai di lapangan bola, semua terbahak. Semua tertawa..seperti ada badut masuk lapangan,” kata Anies Baswedan mengingat pengalaman manis itu.

Anies mencoba menahan diri. Ia cuek ketika semua orang menertawakannya. “Yang penting bisa main. Dan benar saja karena ujung depannya bulat-benjol dan keras… kalau dipakai untuk nendang, mentalnya jauh sekali,” kata Anies.

Menurut Anies Baswedan, setiap orang yang saat kecil suka bermain sepak bola, pasti memiliki kisah. Mulai dari bermain sepak bola dengan nyeker, hingga membeli sepatu baru. “Itulah masa kecil: ada yang pedih saat dijalani jadi lucu saat diceritakan,” kata Anies Baswedan yang menambah inisial #ABW dalam tulisannya. (Gs)

 

sumber : tempo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: