Azura Luna ‘Crazy Rich Indonesian’ Diburu Hong Kong karena Menipu

KJRI Ungkap Jejak Crazy Rich Indonesian Buruan Hong Kong

Sketsanews.com – Konsulat Jenderal RI di Hong Kong buka suara soal kasus warga Indonesia Azura Luna Mangunhardjono yang tengah diburu kepolisian Hong Kong karena dugaan penipuan dan pencurian bernilai hingga US$500 ribu.

Konsul Muda Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KJRI, Vani Alexandra Lijaya, menuturkan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak berwenang setelah mengetahui kasus Azura dari pemberitaan media lokal Hong Kong.

Nama Asli Azura Luna Mangunhardjono Diungkap, Wanita Asal Indonesia Diduga Menipu Puluhan Miliar 2019Next Shark Ilustrasi – Azura Luna Mangunhardjono.

Vani menuturkan KJRI Hong Kong memang pernah menerbitkan paspor atas nama Azura Luna pada 2016. Ia menuturkan Azura pernah meninggalkan Indonesia menuju Singapura pada 2018 lalu.

“Dan sejauh ini yang bersangkutan diketahui tidak berada di Hong Kong,” kata Vani saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com pada Sabtu (7/12).

Kasus Azura pertama kali terungkap oleh media lokal Hong Kong. Kasusnya kian ramai setelah South China Morning Post merilis laporan mengenai perempuan asal Kediri, Jawa Timur itu, dengan judul The Rise and Fall of Hong Kong Socialite Azura.

Dalam tulisan itu, Azura disebut melakukan serangkaian penipuan itu selama beberapa tahun terakhir dengan berpura-pura menjadi sosialita Hong Kong yang lahir dari keluarga amat kaya di Indonesia.

Kepada salah satu korbannya, seorang ahli teknologi asal New York, Jason, Azura mengaku sebagai salah satu putri Kraton dan kedua orang tuanya masuk di antara 10 orang terkaya di Indonesia.

Perempuan kelahiran 1978 itu juga mengaku tumbuh besar dengan berpindah-pindah antara London, Paris, dan Bali. Azura memaparkan dirinya juga memiliki 10 persen saham di Hotel Four Seasons, Central Hong Kong.

Dalam akun LinkedIn pribadi, Azura bahkan mengaku sebagai lulusan Psikologi Dartmouth College di New Hampshire, AS dan melanjutkan pendidikan di Cambridge University serta Massachusetts Institute of Technology (MIT) jurusan Aerospace Engineering.

Apartemen Mewah

Selama tinggal di Hong Kong, wanita yang mengaku pekerja sosial dan memiliki lembaga amal itu tinggal di sebuah apartemen mewah yang berlokasi di 1st Robinson Road yang merupakan kawasan menengah atas di Hong Kong.

Ia juga dikabarkan pernah menjual empat tas Hermes palsu seharga US$86 ribu (Rp1,2 miliar) kepada salah satu sosialita asal Los Angeles, Sophia. Sophia menuturkan Azura mengaku menjual tas-tas mewah itu untuk didonasikan ke lembaga amal miliknya.

Namun, ketika Sophia membawa empat tas Hermes itu ke tokonya untuk otentikasi, penjaga toko memberi tahunya bahwa tas-tas itu palsu. Sophia langsung melapor kepada polisi.

Meski media lokal menuturkan sejumlah korban telah mengadukan Azura ke polisi, KJRI Hong Kong mengaku tidak pernah menerima laporan maupun tuntutan terhadap perempuan itu dari pihak manapun.

Vani menuturkan jika Azura memang benar menghadapi masalah hukum di Hong Kong, KJRI akan tetap berusaha memberikan bantuan hukum seperti advokasi, pendampingan dalam persidangan, hingga menyediakan penerjemah.

“Sesuai dengan UU dan Ketentuan Hukum yg berlaku di Indonesia, bagi setiap WNI yang berada di Luar Negeri yang menghadapi masalah hukum baik sebagai pelaku maupun korban, Perwakilan RI (KJRI Hong Kong) akan memberikan bantuan hukum secara proporsional dan terukur,” ucap Vani. (rds/asa) cnnindonesia.com

WNI ‘Crazy Rich Indonesian’ Diburu Hong Kong karena Menipu

Seorang warga Indonesia bernama Azura Luna Mangunhardjono menjadi buronan kepolisian Hong Kong karena diduga terlibat kasus penipuan dan pencurian bernilai hingga US$500 ribu.

Perempuan yang dikabarkan berasal dari Kediri, Jatim itu diduga menipu sejumlah orang kaya atau sosialita, pemilik apartemen di Prancis, Amerika Serikat, Italia, hingga mantan pembantunya di Hong Kong. Sebagian besar korban Azura merupakan bekas teman dan kerabatnya.

Dalam artikel yang dirilis South China Morning Post, Azura disebut melakukan serangkaian penipuan itu selama beberapa tahun terakhir dengan berpura-pura menjadi sosialita Hong Kong yang lahir dari keluarga amat kaya di Indonesia.

Salah satu korban yang merupakan seorang ahli teknologi dari New York, Jason, bahwa Azura mengaku sebagai salah satu putri Kraton dan kedua orang tuanya masuk di antara 10 orang terkaya di Indonesia.

Dalam akun LinkedIn pribadi, Azura bahkan mengaku sebagai lulusan Psikologi Dartmouth College di New Hampshire, AS dan melanjutkan pendidikan di Cambridge University serta Massachusetts Institute of Technology (MIT) jurusan Aerospace Engineering.

Kepada Jason, perempuan kelahiran 1978 itu mengaku tumbuh besar dengan berpindah-pindah antara London, Paris, dan Bali.

Jason mengatakan ia mengenal Azura secara tidak sengaja saat makan siang di sebuah bar Hotel Four Seasons, Central, Hong Kong, pada Oktober 2018 lalu. Sejak itu keduanya akrab bertukar pesan dan bertemu.

Azura mengaku memiliki memiliki 10 persen saham Hotel Four Seasons tersebut kepada Jason. Ia bahkan telah mengajak Jason ke apartemen mewahnya yang berlokasi di 1st Robinson Road yang merupakan kawasan menengah atas di Hong Kong.

Harga sewa apartemen di kawasan itu minimal US12.800 (Rp179.543.293) per meter persegi lengkap dengan furniture mahal dan barang seni mahal kelas dunia.

Dalam akun instagramnya, Azura juga kerap mengunggah foto-foto dengan gaya hidupnya yang mewah seperti menggendong sejumlah tas Hermes, mengendarai Rolls-Royce disamping jet pribadi, hingga berpose dengan penyanyi asal AS, Lionel Richie.

Korban kedua Azura merupakan sosialita asal Los Angeles bernama Sophia. Ia mengaku membeli sejumlah tas Hermes dari Azura senilai US$86.000 (Rp1,2 miliar).

Sophia menuturkan Azura mengaku menjual tas-tas mewah itu untuk didonasikan ke sebuah lembaga amal miliknya. Azura memang mengaku sebagai filantropi dan pekerja sosial yang kerap menghabiskan waktu di negara-negara Afrika.

Namun, ketika Sophia membawa empat tas Hermes itu ke tokonya untuk otentikasi, penjaga toko memberi tahunya bahwa tas-tas itu palsu. Sophia langsung melapor kepada polisi.

Azura sempat ditahan akibat kasus itu namun dibebaskan karena kepolisian tak bisa mendakwanya sampai tas-tas itu diuji oleh ahli Hermes.

Respons Kemenlu

Hingga kini, Azura masih dalam pencarian. Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Judha Nugraha, masih menunggu informasi dari Konsulat Jenderal RI di Hong Kong terkait kasus Azura.

“Kami sedang koordinasikan dengan Hong Kong,” kata Judha melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com pada Sabtu (7/12).

Meski mengaku lahir di Jerman dan tak pernah tinggal di Indonesia, Azura dikabarkan pernah memiliki paspor Indonesia yang dikeluarkan oleh KJRI Hong Kong pada 4 Oktober 2011 lalu dan kedaluwarsa pada 2016. (rds/asa) cnnindonesia.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: