Babinsa Tulungagung Berantas Nyamuk Demam Berdarah Berdarah dengan Fogging

Babinsa Desa Kalangan Peltu Widanardju anggota Koramil 0807/05 Ngunut, Kodim Tulungagung membasmi nyamuk. (Foto: Penrem for Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Tulungagung – Babinsa Desa Kalangan Peltu Widanardju anggota Koramil 0807/05 Ngunut, Kodim Tulungagung bersama dengan Dinas Kesehatan Ngunut melakukan pengasapan atau fogging. Hal ini dilakukan guna membasmi nyamuk pada musim penghujan di akhir tahun 2018.

Peltu Widanardju menjelaskan, bahwa wilayah Tulungagung sejak beberapa minggu ini tengah mengalami hujan yang turun hampir setiap hari. Sehingga tanpa disadari ada sebuah ancaman yang datang seiring musim hujan yang datang menghampiri yakni nyamuk.

Kodim Tulungagung, melalui Koramil 0807/05 Ngunut segera bertindak untuk menanggulangi penyebaran penyakit
Pelaksanaan Fogging yang dilakukan pada Rabu (5/12) untuk menekan perkembangbiakan nyamuk di wilayah Desa Kalangan agar tidak menimbulkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Dalam pelaksanaannya, Fogging yang dilakukan menggunakan alat sederhana dengan obat bahan insektisida yang efektif membunuh nyamuk dewasa penyebab demam berdarah dengue.

“Walaupun hanya dilakukan dengan menggunakan alat yang sederhana, jika dilakukan dengan benar, maka cara ini sangat efektif untuk membunuh nyamuk”, kata Peltu Widanardju, Kamis, 6/12/2018.

(Foto: Penrem for Sketsanews.com)

Widanardju berharap, warga binaannya terus menjaga kebersihan lingkungan setelah dilakukannya pengasapan. Hal ini perlu dilakukan guna mencegah akan lebih baik dari pada mengobati.

“Kami berharap setiap warga selalu memperhatikan lokasi dan bejana yang mungkin dapat digunakan oleh nyamuk untuk berkembang biak, baik karena kelembapan udara atau lainnya”, ujar Widanardju.

Dijelaskan, target Fogging merupakan nyamuk dewasa di lingkungan masyarakat. Setelah Fogging warga harus tetap menjaga kesehatan lingkungan sekitar.

“Nanti kami segera kondisikan kepada setiap RT untuk menghidupkan jadwal gotong royong dalam membersihkan lingkungan desa dan tempat lain yang mungkin digunakan oleh nyamuk untuk berkembang biak”, pungkas Peltu Widanardju. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: