Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Tekno-Sains Baju Astronot NASA Bakal Dilengkapi ‘Toilet’

Baju Astronot NASA Bakal Dilengkapi ‘Toilet’

(Foto: NASA/Reuters)

Sketsanews.com, New York – Astronot memiliki baju khusus ketika melakukan sebuah tugas di luar angkasa. Baju tersebut tampak melindungi astronot dari partikel luar angkasa serta tentunya oksigen untuk bernapas.

Untuk semakin membuat nyaman astronot dan memungkinkan astronot menuntaskan kebutuhan pipis di luar angkasa, maka teknisi di badan antariksa bekerja pada baju astronot baru. Dilansir Financialexpress, baju ini bisa menghindari kunjungan ke toilet selama perjalanan luar angkasa.

Seperti diketahui, NASA menyiapkan generasi baru pesawat luar angkasa Orion, di mana astronot masa depan melakukan perjalanan jauh di kedalaman luar angkasa. Baju astronot terbaru akan dilengkapi sistem pembuangan limbah jangka panjang.

Baju astronot ini akan berisi semua fungsi yang diperlukan untuk mendukung kehidupan dan dirancang untuk mempertahankan awak kapal. Sistem semacam itu belum menjadi bagian dari pesawat luar angkasa NASA sejak era Apollo, dan sistem pembuangan limbah baru kemungkinan akan memiliki banyak kesamaan dengan yang digunakan pada 1970-an.

Pesawat luar angkasa Orion diharapkan mampu membawa manusia jauh melampaui orbit Bumi yang rendah.

Meskipun tidak cukup untuk mendukung perjalanan sembilan bulan ke Planet Merah, kendaraan tersebut bisa membawa manusia mengelilingi Bulan dan kembali. Orion akan dilengkapi dengan toilet, namun baju astronot itu dirancang untuk membantu astronot bertahan dalam keadaan darurat hingga enam hari.

Hal ini berarti mereka harus dapat melakukan hal-hal seperti makan, buang air kecil dan buang air besar tanpa melepaskan baju astronot merekal. Setelan itu termasuk kantong kotoran yang sangat mirip dengan yang digunakan dalam setelan Apollo.

Untuk pria, mereka juga akan menggunakan ‘condom catheters’ yang merupakan pendekatan yang paling sederhana. Sekadar informasi, Kirstyn Johnson, insinyur NASA ialah orang yang memimpin perancangan sistem internal untuk peluncuran dan pendaratan Orion. Dikutip dari Okezone.

(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: