Bantahan UAS Dukung Kandidat Presiden

Foto : istimewa

Foto : istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Ajang pemilihan presiden dan wakil presiden pada April 2019 mendatang menimbulkan berbagai dinamika di ruang sosial. Salah satunya, edaran gambar di media sosial yang menampilkan Ustaz Abdul Somad (UAS) sedang duduk di antara dua orang yang mengacungkan jari telunjuknya masing-masing.

UAS juga tampak mengikuti gerakan tersebut sambil menatap mata kamera. Mubaligh kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara, itu memberikan penjelasan. Dalam foto tersebut, pria di sisi kiri UAS adalah Dr H Umar Syadat Hasibuan, sedangkan di sisi kanannya bernama Musa Rajekshah alias Bang Ijek.

Foto itu sendiri diambil pada 13 Mei 2018. Artinya, konteks waktunya terjadi berdekatan dengan pemilihan umum gubernur Sumatra Utara 27 Juni 2018. Seperti diketahui, dalam kontestasi politik itu pasangan Edy Rahmayadi dan Bang Ijek menang, sehingga menjadi gubernur dan wakil gubernur Sumatra Utara periode 2018-2023.

Adapun lokasi pengambilan gambar bertempat di rumah Umar Syadat, tokoh Pondok Pesantren Darul Muhsinin, di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara. Saat foto itu diambil, UAS sedang beristirahat sebelum meneruskan ceramah tabligh akbar yang dihelat lembaga pendidikan tersebut.

Hal tersebut misalnya, kandidat 01 mengacungkan satu jari telunjuk atau satu jari jempol. Sementara, kandidat 02 mengacungkan jari telunjuk plus jempol atau salam dua jari.

Sementara DR Umar Hasibuan, semenjak Semarin (Sabtu malam/9/2), sudah menyayangkan soal berdedarnya foto tersebut. Hal itu memang terkait dengan pilkada Sumut, tidak ada urusannya dengan soal persaingan di Pilpres 2019.

‘’Saya sudah tahu foto itu menyebar. Saya prihatin saja dimainkan atau dipersesikan di media sosial sebagai dukungan kepada calon presiden. Foto itu memang di pesantren kami,’’ kata Umar Syadat Hasibuan.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad (UAS) menyayangkan adanya tafsir politik terhadap silaturahim yang dilakukannya kepada ulama-ulama sepuh belakangan ini. Mubaligh tersebut menuturkan latar belakang di balik kunjungannya ke kediaman KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang berlangsung pagi ini, Sabtu (9/2).

Semua bermula pada Oktober 2017 lalu. Saat itu, UAS diundang salah seorang sahabatnya, Gus Awis, ke acara haul Gus Dim (KH Dimyathi Romly). Sebagai informasi, Kiai Dimyathi Romly merupakan tokoh Nahdliyin dan juga mursyid tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.

Almarhum yang wafat pada 18 Mei 2016 itu berasal dari Jombang, Jawa Timur. Dia dikenal juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso. Adapun Gus Awis merupakan putra dari Kiai Dimyathi. Antara Gus Awis dan UAS sudah terjalin persahabatan terutama sejak sama-sama belajar di Universitas al-Azhar, Mesir.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: