Banyak Bule Jadi Mualaf, Nikahi Gadis Pangandaran

Salah seorang WNA tengah melakukan pencatatan perpindahan agama di KUA Kecamatan Pangandaran. (Foto: dokumentasi KUA Kecamatan Pangandaran)

Salah seorang WNA tengah melakukan pencatatan perpindahan agama di KUA Kecamatan Pangandaran. (Foto: dokumentasi KUA Kecamatan Pangandaran)

Sketsanews.com, Pangandaran – Fenomena pindah agama di kalangan Warga Negara Asing (WNA) di Kabupaten Pangandaran terjadi hampir setiap tahun. Di Kecamatan Pangandaran saja, berdasarkan data Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, sejak 2010 tercatat 13 WNA menjadi mualaf.

Kepala KUA Kecamatan Pangandaran Abdul Malik Arif mengakui sebagian konversi agama dilatarbelakangi niat pernikahan dengan gadis pribumi Pangandaran yang beragama Islam. Namun begitu, Malik selalu menekankan agar mereka yang memilih menjadi mualaf bersungguh-sungguh dalam mempelajari Islam.

“Saya selalu bilang, belajar Islam dulu. Belajar salat, terus sunat, baru nikah,” ujar Malik kepada Wartawan, Jumat (8/2/2019).

Berdasarkan buku arsip KUA Kecamatan Pangandaran, 13 WNA yang menjadi mualaf berkewarganegaraan Belanda (4 orang), Perancis (3 orang), Italia (2 orang), Inggris (2 orang), Jerman (1 orang), Kanada (1 orang)

Dari jumlah WNA tersebut, diketahui semuanya berjenis kelamin lelaki. Sebagian besar mencantumkan agama lamanya ialah Kristen Protestan dan Katolik. Namun, ada juga satu orang yang menuliskan sebelumnya tidak beragama.

Malik menjelaskan sebagian prosesi syahadat para mualaf dibimbing para ulama dan imam masjid di luar KUA. Terkadang, kata Malik, mereka baru mencatatkan konversi agama beberapa bulan setelahnya.

“Kalau sudah memohon pencatatan perpindahan agama, kami terbitkan sertifikat. Kalau mau mendaftar nikah, sertifikat itu dilampirkan,” ujar Malik, sepertri yang di kutip dari detikcom.

Selain di Kecamatan Pangandaran, pencatatan perpindahan agama ke Islam juga diketahui banyak dilakukan di Kecamatan Cijulang. Di wilayah tersebut, khususnya di sekitar obyek wisata Batukaras, diketahui beberapa WNA dan pribumi melangsungkan pernikahan secara Islam setelah sang WNA melakukan konversi agama sebelumnya. (Air)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: