Bensin Yang Dingin, Membuat Mesin Tidak Mudah Stress

Foto : istimewa

Foto : istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Merendam drum bensin menggunakan es batu ke dalam sebuah ember merupakan sesuatu yang aneh menurut kita. Tapi sabar dulu pasti ada maksud tujuannya.

Ini bukan untuk bikin es teler apalagi es dawet ayu Banjarnegara, peristiwa terjadi di kejuaraan motocross dunia tepatnya di MXGP.

Para crew dan mekanik yang dipimpin Jeffry de Vries, kepala mekanik Yamaha MXGP, terlihat sedang merendam drum bensin menggunakan es batu ke dalam sebuah ember.

Seorang pembalap harus banyak minum air ketika cuaca panas, sehingga tidak mengganggu konsntrasinya dalam berlomba, sehingga bisa fokus, begitu juga dengan motor.

“Ya, mirip ketika cuaca panas, pembalap harus banyak minum air dingin, agar konsentrasinya lebih fokus. Ini juga berlaku di motor,” kata Jeffry.

“Bensin yang dingin, membuat mesin tidak mudah stress,” ujar Jeffry, diiringi dengan guyonan khasnya.

Pentas kejuaraan MXGP di Indonesia ini, bertepatan dengan kondisi cuaca yang cukup panas, merendam bensin dengan es batu hanya dilakukan ketika berada di daerah yang memiliki cuaca panas.

“Suhu bensin harus lebih dingin, agar tidak gampang mengalami pembakaran dini, yang bisa menurunkan performa mesin,” imbuh mekanik dari Belanda ini.

Suhu bensin secara otomatis akan jadi lebih dingin ketika direndam dengan es batu. Proses tersebut akan meningkatkan performa mesin yang bekerja keras, apalagi untuk motor-motor special engine.

“Ini bakal bagus untuk performa mesin,terutama untuk motor-motor special engine, yang bekerja sangat keras. Kandungan molekul pada bensin, akan lebih padat. Sehingga pembakarannya akan lebih maksimal,” jelasnya.

Pengaruh suhu udara di trek yang cukup panas dengan mengusung rasio kompresi tinggi, tidak membuat mesin menjadi cepat panas.

“Biasanya kami melakukan ini, khusus saat balapan di negara tropis,” tuturnya. (Gs)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: